
KORANPELITA.CO – Kontraversi pernyataan kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi, beberapa waktu lalu terkait teror kepala babi kepada jurnalis Tempo, membuat gundah masyarakat khususnya para jurnalis di Indonesia. Pengamat komunikasi Jerry Massie pun akhirnya angkat bicara.
Hasan Nasbi justru memberikan pernyataan yang menuai polemik. Ia menyarankan agar kepala babi tersebut dimasak. “Sudah dimasak saja,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat, 21 Maret 2025.
“Sebagai kepala komunikasi kepresidenan harusnya hati-hati dalam bicara. Lantaran banyak yang berseberangan dengan Presiden Prabowo. Saya pikir tadinya Hasan memberikan solusi atas kejadian yang menimpa Tempo kok malahan dia mencela,” kata Jerry, Jakarta, Minggu (24/3/2025).
“Hasan bilang silahkan masak aja kepala babi yang dikirim ke majalah Tempo. Kalau bisa dimasak babinya nanti kasih Hasan aja, biar dia yang yang makan,” tegasnya geram.
Jerry meneruskan, orang yang buta soal komunikasi publik, sebaiknya tutur katanya perlu dijaga.
“Setiap tutur kata harus punya nilai etika, estetika dan moral. Prabowo sebetulnya punya orang-orang hebat yang bisa menyampaikan pesan yang menyegarkan dan menguatkan. Lebih baik diam saja ketimbang ngomong dan narasinya sangat menyakitkan,” papar direktur P3S ini.
Jerry menjelaskan bahwa para pembantu Prabowo perlu ditatar soal aspek linguistik verbal. Prabowo pun sempat menyentil soal komunikasi para bawahannya ke publik yang lemah, bahkan menurut saya sangat amburadul, arogan dan bak preman terminal.
“Harusnya Hasan mencela tindakan yang merusak kebebasan pers bukannya seakan-akan membela yang mengirim kepala babi ke Tempo,” bebernya.
“Banyak bicara tanpa berpikir. Saya ragukan kemampuan komunikasi sejumlah menteri kabinet dan hal ini bisa menurunkan persepsi publik kepada elektabilitas pemerintahan presiden Prabowo,” tutupnya. (red1)


