
Bekasi, Koranpelita.co – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, jajaran kepolisian bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, perangkat desa, hingga masyarakat Kecamatan Cibitung menggelar aksi kerja bakti massal di wilayah Desa Sarimukti, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Desa Sarimukti tersebut menjadi potret kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat kedekatan antara aparat negara dan warga.
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikarang Barat Kompol Dimmas Adhit Putranto, S.I.K., M.I.K., kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sedikitnya 92 personel gabungan. Mereka terdiri dari anggota Polsek Cikarang Barat, personel Koramil Cibitung, aparatur Kecamatan Cibitung, unsur Katana Kelurahan Wanasari, kader PKK, serta warga setempat.
Sebelum aksi dimulai, seluruh peserta dibekali peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, parang, sekop, hingga kantong sampah besar. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan saluran air (drainase), pemangkasan rumput liar, pengangkutan sampah di sepanjang jalan desa, serta pembersihan lingkungan sekolah dasar.
Sejumlah titik fasilitas pendidikan, termasuk SDN 01 Sarimukti, menjadi sasaran pembersihan. Aksi ini disebut sebagai langkah edukatif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap sehat dan layak bagi proses belajar mengajar.
Selain kerja bakti, kegiatan juga diwarnai aksi sosial. Kapolsek Cikarang Barat bersama Camat Cibitung turut membagikan makanan ringan kepada siswa SDN 02 Sarimukti. Interaksi tersebut disambut antusias oleh para siswa dan tenaga pendidik.
Camat Cibitung Drs. Encun Sunarto, S.E., M.M., bersama para kepala desa di wilayah tersebut juga hadir langsung memantau jalannya kegiatan, di antaranya Kepala Desa Sarimukti Maimunah, Kepala Desa Wanajaya Nurdin Kholid, dan Kepala Desa Kertamukti Chrisna Soewandito.
Kapolsek Cikarang Barat menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial menyambut HUT Bhayangkara, melainkan bentuk konkret sinergitas TNI-Polri dan pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Menurutnya, persoalan lingkungan seperti saluran air tersumbat dan sampah liar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat agar tidak berdampak pada kesehatan maupun potensi banjir di musim hujan.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan penuh semangat gotong royong. Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa pendekatan humanis aparat negara masih menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan publik di tingkat akar rumput. (D.Z).


