
KORANPELITA.CO – Hujan yang deras sejak hari Jumat (7/3) dan Sabtu (8/3) kemarin mengakibatkan luapan air dari beberapa sungai utama menyebabkan beberapa daerah alami banjir.
Banjir yang melanda 6 kecamatan serta 20 desa di wilayah tersebut mengakibatkan 103 kepala keluarga (KK) atau 335 jiwa terdampak.
Merujuk data dari BPBD Grobogan ada dua titik tanggul jebol yakni di Sungai Tuntang dan Sungai Kliteh.
Dari informasi yang diterima redaksi enam kecamatan yang mengalami banjir antara lain, Kecamatan Toroh Desa Boloh, Kecamatan Purwodadi, yaitu Purwodadi, Kalongan, dan Karanganyar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto mengatakan telah melakukan berbagai upaya penanganan, termasuk pemantauan perkembangan banjir serta berkoordinasi dengan pemerintah desa terdampak.
“BPBD juga terus memantau ketinggian air di beberapa titik, termasuk Bendung Dumpil, Pos Menduran, dan Bendung Klambu,” ungkapnya, Minggu (9/3/2025).
Akibat meluapnya Sungai Tuntang juga berdampak kepada perjalanan Kereta Api. PT. KAI Daop 4 Semarang akhirnya menutup sementara jalur KA Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati di Kabupaten Grobogan imbas luapan air Sungai Tuntang.
“Hujan deras sejak Sabtu (8/3) membuat dua jalur di lokasi tersebut terendam banjir cukup dalam sehingga jalur kereta api Semarang-Surabaya ditutup sementara,” kata Franoto Wibowo, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, melalui saluran selulernya, Semarang, Minggu (9/3/2025).
“Perjalanan KA Kedung Sepur dibatalkan dan tiga perjalanan KA lainnya dialihkan ke lintas Gambringan-Gundih, yaitu KA Blora Jaya, KA Harina, dan KA Ambarawa Ekspres. Kami terus berusaha secepatnya untuk memulihkan jalur perjalanan kereta api agar kembali normal,” tandasnya. (red1)


