
KORANPELITA.CO – Peran pemuda dalam dunia pers merupakan hal yang penting, di mana salah satu pendorong lahirnya pers di Indonesia adalah semangat para pemuda di era Boedi Oetomo untuk menginisiasi gerakan kebangkitan nasional.
Hal tersebut disampaikan Penasehat PWI Kabupaten Demak, Hasan Hamid, saat kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang diikuti oleh wartawan yang bertugas di Demak, lintas organisasi kepemudaan di Demak dengan narasumber Ida Sa’adah anggota DPRD Jateng, Muslihin Kabdid Badan Kesbangpol Demak bertempat Ruang Pertemuan Srikandi, Tembiring, Demak, Jawa Tengah, Kamis (23/5/2024).
Hasan mengatakan, para pemuda terdahulu membangkitkan semangat dengan menyebarkan ide-ide brilian melalui surat kabar untuk menggugah kesadaran rakyat akan pentingnya kemerdekaan.
“Budi Utomo dan Pemuda Indonesia, termasuk menyuarakan kritikan atas kebijakan kolonial dan mampu merebut kembali suara rakyat Indonesai,” kata Hasan.
Pihaknya menerangkan bahwa pers telah tumbuh begitu pesat dan kini usianya tidak lagi muda. Kini para pegiat pers terus mewariskan ide kepada generasi selanjutnya, sehingga pers tak pernah redup.
“Di era digital pers berkembang sangat cepat, dan pers telah menjadi milik generasi muda. Pers di era digital ini milik kaum muda. Sebagaimana pers lahir dari aspirasi kaum muda, kemudian pers akan dilanjutkan oleh kaum muda pula,” ujarnya.
Ia melanjutkan dengan pemanfaatan teknologi, jurnalistik muda mampu dengan mudah untuk membawa revolusi pers mengejar kecepatan revolusi digital, menciptakan karya yang lebih inovatif dengan audiens yang lebih luas.
“Demikian pula, bagaimana keterampilan pers muda adalah bagaimana jalan yang dipilih menuju masa depan pers. Sebab para pers muda adalah sebuah motor revolusi pers Indonesia,” ucapnya.
Saat ini, lanjut kata dia, sudah menjadi tuntutan bagi pers muda untuk menemukan solusi-solusi kreatif dari permasalahan yang mereka hadapi.
“Generasi muda memiliki kekuatan besar di era digital, sudah seharusnya ini menjadi senjata untuk mengambil kembali hak-hak bersuara yang telah sengaja dibungkam,” imbuhnya.
Hasan juga mengingatkan agar Pers tetap menjaga prinsif jurnalistik yang independen, objektif, factual, seimbang dan mementingkan kepentingan umum, bangsa dan Negara serta diwajibkan untuk menjaga kode etik dalam jurnalistik. (Nungki)


