Jakarta, Koranpelita.co – Jaksa Agung Burhanuddin mengatakan pembentukan Entitas atau sebuah Badan sebagai wadah bagi para Jaksa se-ASEAN sangat diperlukan guna mewujudkan sinergitas penegakan hukum yang kuat dan efektif di Kawasan ASEAN.
“Karena dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi, kejahatan lintas batas kini semakin kompleks dan sulit untuk ditangani satu negara saja,” kata Jaksa Agung saat membuka “Pertemuan Konsultasi ke-2 Untuk Membentuk Badan/Entitas Para Jaksa ASEAN” di Merusaka Hotel, Nusa Dua Bali, Kamis (25/04/2024).
Jaksa Agung menyebutkan rencana pembentukan Entitas para Jaksa se-ASEAN sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan konsultasi pertama di Thailand yang juga menghasilkan poin penting perlunya memperkuat kerja sama di antara para Jaksa se-ASEAN.
“Sebagai bentuk optimalisasi dalam mencegah dan menekan kejahatan transnasional yang terorganisir, serta mendorong para Jaksa ASEAN untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kegiatan Kejaksaan guna memperkuat jaringan Kejaksaan ASEAN,” ungkapnya.
Adapun, tutur Jaksa Agung, dengan terbentuknya entitas Kejaksaan se-ASEAN diharapkan juga dapat membantu dalam penegakan hukum lintas batas di Kawasan ASEAN. “Termasuk dalam mengatasi kejahatan transnasional seperti perdagangan manusia, narkotika, pencucian uang, korupsi dan kejahatan lainnya,” ujar dia.
Selain itu, katanya, dengan keberadaan entitas tersebut dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Jaksa dalam menangani berbagai kasus yang memerlukan kerja sama lintas negara, kebutuhan memperoleh akses informasi, serta memperluas jejaring Lembaga Kejaksaan di negara kawasan ASEAN.
Dibagian lain Jaksa Agung mengharapkan para Jaksa ASEAN untuk komitmen bersama menjadikan forum Pertemuan Konsultasi ke-2 Jaksa se-ASEAN di Bali sebagai langkah penguatan sinergi dan koordinasi bersama.
“Mari kita serukan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan bahwa upaya penegakan hukum tidak boleh dikalahkan dengan sekat-sekat perbedaan sistem hukum dan yurisdiksi. Mengingat globalisasi saat ini telah mendorong transformasi kejahatan yang semula sektoral menjadi multi-sektoral,” ujarnya.
Dia pun berharap forum pertemuan konsultasi Jaksa se-ASEAN dapat mewujudkan terbentuknya Entitas khusus bagi Jaksa se-ASEAN sebagai wadah pertukaran ide, gagasan, ilmu dan pengalaman.
“Yang dapat mengoptimalkan profesionalitas Jaksa ASEAN dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Serta mendorong supremasi hukum dan keamanan regional di kawasan ASEAN,” ujarnya.
Hadir dalam forum antara lain Jaksa Agung Filipina Benedicto Malcotento, Wakil Jaksa Agung Thailand Jumphon Phansumrit, Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA), JAM Intelijen, para Ketua dan Anggota Delegasi dari negara ASEAN. Serta Para Observer dari Negara Jepang, Luxemburg, Amerika Serikat, Denmark dan UNODC. (yadi)
- PT PMM Bantah Selundupkan Barang Berbahaya dan Dilarang Diekspor dalam 15 Kontainer - 29/05/2026
- Satgas PKH Tinjau 25 Kontainer Berisikan Mineral “Rare Earth” yang Gagal Diselundupkan ke Luar Negeri - 28/05/2026
- Dua Komisioner Ombudsman Terjerat Korupsi, Pengamat: Bukti Sekecil Apapun Kekuasaan Cenderug Korup - 28/05/2026



