KORANPELITA.CO – SIREKAP selalu membuat gaduh di masyarkat. Yang seharusnya SIREKAP dapat membantu dalam penghitungan suara pada pemilu 2024 tetapi sebaliknya nampak kacau balau. SIREKAP yang memakan biaya Rp 3.5 Miliar bisa kalah dengan Goegle Form, menjadi pertanyya liar apakah SIREKAP ada unsur kesengajaan atau bagian dari intelejen untuk mengacaukan pola pikir masyarakat, lalu dimana kunci solusinya.
“Dua hari lalu, tepatnya Selasa (05/03) malam, saya ditelpon oleh teman-teman media terkait website SIREKAP down. Setelah saya cek ternyata SIREKAP bukan down masih bisa dibuka tapi isinya kosong. Ini bisa saja di hack tapi kok tidak ada yang diterobos, semua masih dikunci dan ini Id-nya dari KPU sendiri,” kata Roy Suryo pengamat telemetika dan multimedia di channel youtube dalam acara podcast Ezy TV, Jakarta, Jum’at (08/03/2024).
Masih kata Roy, pada malam Selasa tersebut dalam pikiran saya, kalau sampai malam itu tidak ada klarifikasi dari KPU, besoknya akan saya bongkar masalah web SIREKAP ini. Akhirnya pada Rabu (06/03) salah stu komisioner KPU Abdul Holik menyampaikan bahwa benar grafik progres perolehan suara pada SIREKAP ditiadakan (disembunyikan) karena agar tidak membuat kegaduhan di masyarakat.
“Ini adalah suara rakyat, ini bukan data rahasia yang tidak boleh diakses oleh rakyat. Ini adalah konyol, harusnya KPU sudah mengibarkan bendera putih kemarin-kemarin. Ini pelanggaran, komisiner KPU bisa kena pasal nanti yakni melanggar UU dimana sudah membuat keonaran dan pasal ketika data rahasia yang tidak dapat dipublikasikan,” tekan Roy.
“Kalau ini dibiarkan bisa bahaya. Saya khawatir nanti jika ‘on’ lagi web SIREKAP akan ada perubahan jumlah suara lain lagi. Bisa aja partai yang jumlah suaranya satu koma dan dua koma bisa nambah suaranya dan masuk senayan,” bebernya.
“Banyak sekali hal-hal buruk yang ada di SIREKAP KPU, apalagi ditambah dia tidak menampilkan (menyembunyikan) grafik angka. Saya khawatir moga-moga tidak terjadi ya, tapi bisa jadi heboh bila tiba-tiba ada partai yang masuk parlemen menjadi 11 Partai, karena ada tambahan partai yang sebenarnya gak masuk suaranya, ini merupakan tamparan besar kepada 7 lembaga survey, mereka harus minta maaf karena meramalkan hal yang salah,” ungkapnya.
“Kuncinya ada di Log Activity Server, semoga bersama Komisi Informasi Keterbukaan Publik harus dapat membantu mencari siapa sebenarnya yang memerintahkan ini semua (Log Activity Server). Saya juga berharap para pahlawan anggota KPPS yang jujur seperti yang di Bekasi, yang berani menyuarakan kebenaran dilapangan tolong diamankan keselamatannya. Karena sudah ada 130 orang yang meninggal dalam berjuang membantu pelaksaan pemilu 2024 ini,” tuturnya.
Terkait hak angket, Roy mengatakan bahwa Hak Angket bagaikan masuk angin. ”Saya lihat Hak Angket sudah layu sebelum berkembang, usulannya mungkin jadi ya, karena gampanglah cari tanda tangan 25 orang dan dua fraksi tapi nanti begitu mau ambil keputusan Hak Angket itu yang susah. Tetap saran saya opsi MK harus dibuka walaupun mungkin MK nya hanya menjadi mahkamah kalkulator, masasih ada mantan ketua MK, Prof. Mahfud, gak bisa kasih pencerahan kepada yang mengajukan,” papar mantan politikus Partai Demokrat ini.
Log Activity adalah kunci untuk mengetahui adanya kecurangan yang dilakukan dalam bekerja. “Dalam Log Acivity Server punya segala catatan aktivitas, ada data basednya dan gak bakal hilang. Ini yang kemudian bisa dijadikan bukti digital ketika ada penelitian dan penyelidikan atau bahkan penyidikan oleh kepolisian kalo terjadi curat marut seperti kemarin,” tandasnya.
Dipenghujung acara Roy Suryo berharap tidak akan terjadi kegaduhan yang lebih parah disaat pengumuman keputusan hasil pemilu 2024, pada 20 Maret bulan depan. Bagaaimana caranya, ya semua keruwetan ini harus dapat diselesaikan secepatnya. “Kepada teman-teman, para senior dan para profesor kembalilah menyampaikan gerakan secara moral dan bermakna. Gerakan yang dapat mengunci secara sistem atau secara hukum, dimana mereka bersedia melakukan kesaksian di MK, bersedia memberikan suatu wacana atau masukan kepada yuniornya di MK, Polri supaya mereka dapat kembali ke merah putih. Kita semua tidak mau memperoleh hasil pemilu 2024 yang dikenal dunia luar sebagai pemilu yang paling jelek, karena dari awal sudah muncul kecurangan-kecurangan tersebut,” tutupnya. (red1)



