KORANPELITA.CO – Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memang selalu menjadi sorortan masyarakat. Selain memang karena dia adalah anak Presiden Jokowi yang masih menjabat juga karena dirinya (Gibran) punya karakter yang unik.
Terkait kritikan terhadap dirinya pada saat debat kedua Cawapres kemarin, Gibran menanggapi aturan KPU yang mengatakan bahwa singkatan harus dijelaskan saat acara debat. Dia mengaku akan mengikuti aturan tersebut.
“Saya ikut aturan KPU aja, kemarin kan saya jelaskan kepanjangannya apa. Saya ikut aturan KPU,” ucapnya dilangsir dari detik.com, Sabtu (06/01).

Kalau tidak “Nyeleneh” ya bukan Gibran namanya, dia pun berseloroh bahwa saat debat berikutnya, KPU dipersilakan untuk periksa dirinya menggunakan X-ray. Hal itu menurutnya dilakukan agar Roy Suryo puas.
“Nanti silakan juga sebelum saya naik panggung, saya di-X-ray aja atau apalah ya biar mengecek, biar Om Roy Suryo puas,” bebernya.
Menanggapi celotehan Gibran, pakar Telematika dan Multimedia Roy Suryo, angkat bicara. Roy mengatakan bahwa seseorang yang katanya calon pemimpin sebaiknya tidak boleh sembarangan dalam bicara.
“Seorang calon pemimpin tidak boleh sembarangan dalam bicara. Tidak ada hujan dan angin, mendadak mengeluarkan statemen sendiri bernada menantang,” kata Roy kepada redaksi koranpelita.co melalui sambungan selulernya, Jakarta, Sabtu (06/01/2024) malam.
“Oleh karena itu sebaiknya seluruh rakyat Indonesia menjadi saksi omongannya tersebut, silakan dia membuktikan sendiri ucapannya untuk dilakukan X-Ray sebelum debat ke-4 cawapres pada hari Minggu 14 Januari 2024 yang akan datang,” tutupnya.
Diketahui bahwa Gibran Rakabuming Raka adalah calon pemimpin generasi muda yang berasal dari tanah Jawa Tengah yang memiliki budaya leluhur yakni budaya Adiluhung, dimana memiliki budaya sabar dan memiliki budi pekerti yang kuat bukan budaya kementus atau ngeyelan, yang lebay dalam gaya omongan atau terkesan sok pinter, asal berbicara dan ingin menang sendiri yang tidak mencerminkan karakter dan adab generasi muda bangsa Indonesia yang bermartabat. (red1)



