Banten,koranpelita.co – Penjabat (Pj.) Gubernur Banten Al Muktabar mengingatkan kepada semuanya untuk waspadai pergerakan harga barang menjelang akhir tahun 2023. Inflasi Provinsi Banten terkendali menyusul adanya kolaborasi semua pihak yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten.
Hal itu diungkap Al Muktabar saat membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) secara virtual di Aston Hotel, Kota Serang, Kamis (2/11/2023).
Turut hadir dalam acara tersebut Plt. Deputi I Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Ferry Irawan, Pj Sekda Banten Virgojanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Imaduddin Sahabat, serta undangan lainnya.
Al Muktabar mengungkapkan, untuk memastikan sampai akhir tahun 2023 angka inflasi tetap terjaga dengan baik, yakni dengan tetap bersinergi dalam pengendalian inflasi pangan yang ditempuh melalui lima langkah kebijakan.
Yakni mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pengendalian inflasi, memperkuat sarana dan prasarana pertanian, mengintegrasikan data stok dan neraca pangan daerah, memperkuat infrastruktur dan rantai pasok untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, dan memperkuat komunikasi dan sinergi koordinasi kebijakan pengendalian inflasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.
BACA JUGA : Apakah Kejagung Punya Nyali Tangkap Menpora Dito dan Komisi I DPR RI?
“Ini merupakan langkah kebijakan arahan Bapak Presiden agar inflasi tetap terjaga. Khususnya di 2 bulan terakhir 2023,” kata Al Muktabar.
“Komoditas yang perlu diwaspadai antara lain bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras. Lebih lanjut, akan ada tekanan pada komoditas tarif angkutan, baik darat, laut, maupun tarif pesawat udara,” tambahnya.
Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah di wilayah Banten pada Semester I 2023 secara rata-rata mencapai 94,9%, dan seluruhnya telah berada di level digital. Saya mengapresiasi seluruh Kepala Daerah dan jajarannya atas upaya yang telah dilakukan.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, Pertemuan High Level Meeting (HLM) saat ini sangat penting dilakukan dalam mempererat sinergitas TPID Provinsi Banten agar pengendalian inflasi di Provinsi Banten tetap stabil. Juga diharapkan harga kebutuhan pokok menjadi stabil dan kebutuhan pokok dapat dijangkau dengan mudah oleh masyarakat.
BACA JUGA : Septiana Iwan Kurniawan Pj. TP PKK Kabupaten Lebak
Dikatakan, dalam menghadapi 2 bulan terakhir tahun 2023, Virgojanti berkomitmen mengedepankan arahan Presiden Republik Indonesia dan arahan Pemerintah Pusat agar penanganan inflasi di Provinsi Banten lebih tersusun dan terarah serta kinerja utama TPID agar mempedomani Peta Jalan yang sudah ditetapkan.(*/sul).



