Jaksa Agung: Tidak Ada Tempat untuk Jaksa Tidak Berintegritas-Tidak Bermoral

Jakarta, Koranpelita.co – Jaksa Agung Burhanuddin kembali menegaskan kalau dirinya tidak butuh jaksa yang hanya pintar dan tidak bermoral, serta tidak butuh jaksa yang hanya cerdas serta tidak berintegritas.

“Tapi yang saya butuhkan adalah jaksa yang cerdas, berintegritas dan bermoral,” ujar Jaksa Agung saat memberikan ceramah di depan siswa atau calon jaksa yang sedang mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan 80 Gelombang II Tahun 2023 di Badan Diklat Kejaksaan, Kamis (30/11/2023).

Oleh karena itu, tutur Jaksa Agung, tidak ada tempat bagi Jaksa yang tidak berintegritas dan tidak bermoral di institusi Kejaksaan.

Dia pun mengibaratkan jaksa seperti sebuah bangun ruang segitiga yang terbentuk dari tiga titik sudut yakni titik sudut kecerdasan, titik sudut integritas dan titik sudut moralitas.

BACA JUGA:  Jadi Tersangka Baru MBG, Kejagung Tahan Sekdep Bidang Promosi dan Kerjasama BGN

“Dengan tidak memiliki satu saja saja di antara tiga titik, maka tidak akan terbangun segitiga yang sempurna,” katanya.

Jaksa Agung juga menekankan untuk menjadi Jaksa yang selalu menjaga harkat, martabat dan marwah Kejaksaan, maka harus selalu memupuk kecerdasan, integritas dan moralitas sebagai satu kesatuan utuh dalam mengemban amanah sebagai seorang Jaksa.

Selain itu dia berharap moral value Insan Muda Adhyaksa dapat terbangun demi Kejaksaan yang modern dan berintegritas. “Karena itu saya berpesan agar kalian selalu menjaga martabat diri sebagai jaksa dan menjaga marwah institusi Kejaksaan dengan adab dan ahlak yang baik.

Karena, kata dia, di atas ilmu ada adab, kepintaran harus mengikuti adab, tidak pernah mendahuluinya, dan tidak pernah menghacurkannya.

BACA JUGA:  Wali Kota Tangerang Tanam Pohon Bareng Apeksi di Sumut

Dibagian lain Jaksa Agung mengatakan terkait kepercayaan publik saat ini Kejaksaan berhasil menorehkan capaian tertinggi dalam sejarah dengan skors indeks kepercayaan public yaitu 81,2 persen pada bulan Juni 2023.

Padahal sewaktu awal dirinya dilantik pada tahun 2019 tingkat kepercayaan publik berada diangka 50,6 persen. “Tapi Sedikit demi sedikit, berkat kerja keras dan kerja cerdas kita semua, indeks kepercayaan publik terus beranjak mengalami peningkatan di setiap kesempatan survei,” ungkapnya.

Oleh karena itu dia mengajak  para siswa PPPJ Angkatan 80 Gelombang II untuk terus meningkatkan atau minimal mempertahankan pencapaian tersebut. “Karena mempertahankan tentunya lebih sulit daripada meraih,” ujar Jaksa Agung.(yadi)

Redaktur 3
Latest posts by Redaktur 3 (see all)
BACA JUGA:  Wali Kota Tangerang Tanam Pohon Bareng Apeksi di Sumut