Tegal, koranpelita.co – Sedikitnya 26 rumah warga terdampak Tower BTS yang terletak di RT 1 RW 1, Kelurahan Debong Lor, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal keluhkan kompensasi perpanjangan kontrak lahan pendirian tower.
Warga terdampak minta, izin perpanjangan kontrak 10 tahun ke depan hingga 2033 supaya tidak dilanjutkan/tolak dan kompensasi perpanjangan kontrak supaya direalisasikan.
Koordinator warga terdampak, Mersi Raharjo mengaku, perpanjangan kontrak lahan yang dilakukan pada 1 Juli 2023 kemarin, warga hingga sekarang belum menerima kompensasi baik dari pihak tower maupun pemilik lahan.
“Saya mewakili warga terdampak, supaya uang kompensasi direalisasi dan rencana perpanjangan kontrak 10 tahun ke depan (2033) supaya dihentikan/tolak,” tegas Merci, Senin (04/09/2023).
BACA JUGA : Polri Siapkan Rekayasa Lalin dan Pengamanan Jalur Delegasi KTT ASEAN
Menurutnya, awal pendirian/izin Tower BTS tersebut, ada kompensasi dari pihak tower ke 26 rumah warga yang terdampak, terbagi menjadi tiga ring, di antaranya:
1. 10jt per rumah, yaitu radius rumah 5-10 meter, sebanyak 10 rumah
2. 3 sampai 5jt, yaitu radius rumah 10-20 meter, sebanyak 8 rumah
3. 500 ribu sampai 1jt, yaitu radius rumah 20 hingga batas radius tertentu, sebanyak 8 rumah.
“Tapi hingga sekarang belum terealisasi, kami juga minta supaya perpanjangan kontrak 10 tahun ke depan tidak diizinkan (tolak), karena efeknya sangat bahaya. Kami khawatir tower roboh dan jatuh ke rumah warga sekitar,” katanya.
Sebelumnya, lanjut Mersi, warga berencana akan melaporkan ke pihak berwajib, yakni ke Polsek Tegal Barat.
“Kami sudah bertekad hari ini mau melaporkan ke pihak berwajib, kami hanya meminta hak kami dan memohon supaya perpanjangan kontrak 10 tahun ke depannya, yakni 2033 tidak diperpanjang lagi,” ungkapnya.
Sementara, seorang warga terdampak, Maryam mengatakan hal yang sama. Meminta supaya kompensasi terhadap rumah warga yang terdampak dipenuhi dan ke depannya izin perpanjangan kontrak supaya tidak dilanjutkan.
“Dampak adanya tower tersebut sejak 11 tahun lalu, ada beberapa anak-anak di sini yang terkena radiasi, sehingga terganggu kesehatannya. Dan jika ada hujan dan petir, rumah kami sangat terasa gemuruhnya serasa rumah kayak mau ambruk,” keluhnya.(her).
- Jelang Ke Tanah Suci, Tri Adhianto Jalani Manasik Haji Bersama Istri - 19/04/2026
- Pengukuhan Pengurus 2025–2030, MUI Jabar Tegaskan Persatuan Umat - 19/04/2026
- Wakapolda Metro Jaya Bersama Kapolres Metro Bekasi Tebar Puluhan Ribu Benih Ikan di Muara Gembong untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional - 18/04/2026



