SLB SPK Muhammadiyah Tegal Siap Tampung Lebih Banyak Siswa

Kepala Sekolah SLB SPK Muhammadiyah Kota Tegal, Risky Alghani.

KORANPELITA.CO – Sekolah Luar Biasa (SLB) SPK Muhammadiyah Kota Tegal yang beralamat di Jalan Banyumas RT 01 RW 03, Kelurahan Debong Tengah, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal tengah melaksanakan pembangunan fasilitas pendidikan baru. Proyek ini diupayakan untuk mengatasi keterbatasan ruang belajar seiring dengan meningkatnya jumlah peserta didik.

Pembangunan ini menjadi langkah strategis agar sekolah dapat terus melayani dan menampung seluruh calon siswa tanpa ada yang terpaksa ditolak karena keterbatasan sarana.

Kepala Sekolah SLB SPK Muhammadiyah Kota Tegal, Risky Alghani, S.Pd., saat ditemui, Kamis (4/6/2026), menyatakan bahwa meskipun berstatus swasta, pengelolaan dan dukungan yang diterima sekolah ini memiliki ciri khas tersendiri.

“Berbeda dengan sekolah lain yang umumnya dikelola langsung oleh pusat atau dinas, di sini kami mengelola secara mandiri. Awalnya bantuan yang dianggarkan tercatat sekitar Rp50 juta, namun dalam realisasinya nilai pembangunan mencapai sekitar Rp440 juta,” ungkap Risky.

BACA JUGA:  TK Kemala Bhayangkari 25 Tegal Resmi Miliki Gedung Kelas Baru

Awalnya, proyek direncanakan untuk membangun tujuh ruang kelas dan satu unit toilet. Namun pihak sekolah memutuskan menambah fasilitas agar lebih lengkap dan layak pakai.

“Dari rencana semula yang hanya mendapat satu toilet, kami bangun menjadi dua unit. Seluruh ruang kelas juga dibangun dengan kualitas terbaik. Kami bahkan menambah ruang ibadah yang tidak termasuk dalam anggaran awal. Semua diupayakan agar fasilitas sekolah semakin memadai,” tambahnya.

Secara keseluruhan, nilai pembangunan dan pengembangan fasilitas sekolah pada tahun ini mencapai sekitar Rp2 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun gedung bertingkat yang dikerjakan secara bertahap dan terencana.

Pembangunan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Menurut Risky, perencanaan hingga pengawasan melibatkan tenaga ahli yang kompeten, mulai dari lulusan perguruan tinggi ternama, dosen, hingga tenaga profesional sekitar yang peduli terhadap dunia pendidikan.

BACA JUGA:  Wabup Tegal Sambut Kepulangan 352 Jamaah Haji Kloter 4

“Pengerjaannya juga melibatkan warga sekitar, sehingga terjalin rasa kebersamaan dan kepedulian. Kami menyadari pasti ada tantangan, misalnya pemotongan anggaran hingga 30 persen atau kendala teknis lain. Namun prinsip kami, meskipun pelaksanaannya tidak selalu sama persis dengan perencanaan di atas kertas, yang terpenting bangunan ini aman, kokoh, dan nyaman untuk belajar,” jelasnya.

Sebelumnya, sekolah telah memiliki sekitar 18 ruang kelas yang melayani berbagai jenjang dan jenis pendidikan, baik umum maupun khusus. Dengan penambahan tujuh ruang baru ini, kapasitas sekolah meningkat secara signifikan.

Tujuan utama pembangunan ini adalah memastikan tidak ada calon peserta didik yang harus ditolak.

“Fokus kami adalah menampung seluruh anak. Kami tidak ingin ada yang terpaksa ditolak hanya karena ruang kelas terbatas. Ini komitmen kami dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak berkebutuhan khusus di Kota Tegal dan sekitarnya,” pungkas Risky.

BACA JUGA:  Kapal Nelayan Terbakar di Dermaga PPN Tegalsari, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Hingga saat ini, proses pembangunan berjalan lancar dan terus dipantau agar segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.(her)