Kota Tangerang,koranpelita.co – Komisi III DPRD Kota Tangerang menyebut proyek revitalisasi Pasar Anyar sedianya digarap pada September 2023 mendatang diprediksi bakal ditunda menyusul belum adanya lahan sementara untuk relokasi pedagang pasar.
Wakil Ketua Komisi III Anggiat Sitohang , Kamis (17/8/2023) mengatakan, kalau lahan sementara untuk relokasi pedagang belum disediakan dipastikan revitalisasi bakal ditunda alias molor. Untuk itu, pihak terkait seharusnya sudah melakukan action manakala revitalisasi dilakukan pada September 2023.
“Namun sampai saat ini belum terlihat adanya ke arah sana. Kalau mau bergerak ya siapkan lahan relokasi sementara sehingga pedagang tidak banyak dirugikan ,” pintanya.
Selain itu sebut Anggiat Sitohang, banyak kendala yang akan dihadapi selain lahan relokasi juga proses pendataan pedagang yang juga belum rampung.
Tidah hanya itu, proses tender proyek pasar yang dibangun sejak tahun 1967 itu hingga saat ini juga belum dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.
“Kemungkinan besar molor, belum bisa terlaksana pada September mendatang. Karena kendala-kendala tersebut,” ujar Anggiat Sitohang kepada wartawan di Gedung DPRD Kota Tangerang.
Persoalan revitalisasi Pasar Anyer diungkapkan Anggiat usai rapat dengar pendapat (hearing) Komisi III DPRD Kota Tangerang dengan sejumlah instansi di antaranya, Asda II Pemkot Tangerang, PD Pasar dan Disperindag.
BACA JUGA : 306 Personel Perwira dan Bintara Polda Banten Rotasi Jabatan
Menurut Anggiat, sejatinya muncul sejumlah opsi terkait penentuan lahan sementara untuk para pedagang Pasar Anyar berniaga selama revitalisasi berlangsung. Salah satunya lokasi di kawasan Mall Bale Kota. Namun, kata dia, rencana tersebut pun gagal lantaran dilihat dari aspek hukum hal tersebut tidak memungkinkan.
“Karena di lahan Mall Bale Kota itu sudah ada pihak lain yang menyewa, jadi kan nggak bisa disewa lagi (untuk relokasi pedagang,red),” katanya lagi.
Politisi Partai Nasdem ini menyebut ada pula opsi yang muncul yakni dengan menyebar pedagang ke sejumlah lokasi yang berbeda. Namun, para pedagang merasa keberatan dengan opsi-opsi tersebut.
“Jadi para pedagang pun menolak kalau ditempatkan secara terpisah di beberapa lokasi. Mereka itu maunya di satu tempat, dan itupun lokasinya nggak jauh-jauh dari Pasar Anyar,” imbuhnya.
Diketahui, Pemkot Tangerang sebelumnya mewacanakan dua lokasi yang rencananya akan digunakan sementara untuk pedagang Pasar Anyar. Antara lain, lahan fasos fasum Modern Land dan juga gedung pertokoan yang berada di dekat Tangerang Convention Center (TCC), serta satu lokasi lagi di Selapajang. (*/sul).



