Penemuan Transaksi Dana di Rekening Pelaku Penembakan Kantor MUI, IPW : Polisi Harus Segera Dalami

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso.

KORANPELITA.CO – Pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) bernama Mustopa diduga sebagai orang suruhan. Dugaan itu muncul setelah terungkap informasi data rekening bank milik Mustopa (rekening BRI) dengan dana masuk hingga ratusan juta rupiah.

Dari transaksi yang terlihat di buku rekening itu, Mustopa beberapa kali menerima transfer dengan jumlah yang bervariasi. Pada Desember 2022, Mustopa menerima kiriman uang sebesar Rp 200 juta dan ada juga transfer sebesar Rp 100 juta.

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, S.H., mengatakan kepolisian harus mendalami Sumber pengiriman dan tujuan pengiriman rekening tersebut, akan diketahui siapa pengirimnya dengan gunakan mekanisme sistem perbankan.

BACA JUGA:  Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi

“Penyidik harus dapat mendalami Sumner rekening uang pelaku. Dari mana asalnya dan tujuannya apa, Hal ini dapat diketahui jelas siapa pengirimnya dengan mekanisme perbankan,” kata Sugeng kepada redaksi koranpelita.co melalui panggilan selulernya, Jakarta, Kamis (04/05/2023).

Lanjut Ketua IPW, dia menyampaikan bahwa bukan saja sumber rekening, dalami juga alat komunikasi (seluler) si pelaku. Dari situ bisa terlacak komunikasi (pembicaraan)/pelaku dengan siapa saja sebelum dan sesudah melakukan aksinya.

“Sekiranya ada kaitannya, adanya transaksi di rekening pelaku, ada yang mendanai, ada yang menyuruh, dan lain sebagainya maka kepolisian harus segera periksa si pengirim dan diminta pertanggungjawabnya juga,” pungkasnya.

“IPW berharap kasus penembakan kantor MUI Pusat Jakarta dapat dibuka secara transparan, berkeadilan dengan kerja profesional. Hal ini, untuk menyelamatkan institusi Polri dari tangan-tangan kotor yang menyimpang yang dapat menurunkan citra Polri di masyarakat,” terangnya.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Lagi-Lagi Terbitkan Sprintdik Baru Kasus eks Ketua KPK Firli Bahuri

“Dengan cepatnya kasus penembakan kantor MUI dapat terungkap dengan transparan, berkeadilan dan profesional maka bisa selamatkan citra Polri, juga dapat membuat tenang di masyarakat , kita ketahui bersama kan saat ini tahun politik jelang Pilpres 2024, semua harus tenang dan damai,” tutupnya. (red1)