KORANPELITA.CO – Masih belum adanya kepastian pembangunan infrastruktur dari investasi swasta yang terealisasi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Beredar rumor bahwa skema pembelian tanah yang belum ada kejelasannya jadi biang keladi yang membuat realisasi investasi ke IKN tak kunjung terlaksana.
Menteri Investasi RI, Bahlil Lahadalia, membenarkan rumor tentang belum adanya investasi asing di Ibu Kota Nusantara atau IKN.
Menurut Bahlil, investasi baru akan masuk setelah pembangunan infrastruktur dasar yang kini menggunakan APBN oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah kini sedang membuat mekanisme pembelian harga tanah agar investasi di IKN dapat terealisasi.
“Ruangnya itu sudah ada. Sekarang lagi negosiasi harga, tinggal sedikit lagi rampung,” kata Bahlil dalam keterangannya, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/05/2023).
Bahlil menjelaskan bahwa beberapa investor yang sedang diajak negosiasi berasal dari Korea Selatan, Cina, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Selain itu, Bahlil menyampaikan ada pula beberapa investor dari Eropa dan pengusaha lokal yang menyampaikan minat.
“Ini saya yang ngomong, sudah ada (investor). Sudah stay malah, begitu ada infrastruktur dasar yang selesai mereka langsung masuk,” ungkap Bahlil.
Hal berbeda pernah dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dia mengatakan belum ada investor yang benar-benar menanamkan uangnya di IKN. Menurutnya, peraturan terkait pembelian tanah menjadi penyebab utama.
Basuki menuturkan bahwa Badan Otorita IKN belum menyiapkan mekanisme pembelian tanah disana. Meski demikian, Basuki optimistis investasi di IKN akan terealisasi.
“Kan sudah ada yang masuk Letter of Intent. Sudah ada beberapa yang kami serahkan ke otorita,” ujar Basuki di Istana Kepresidenan, Jumat (28/4) yang lalu, dikutip dari radartangsel.id.
Dalam rangka meyakinkan investor, kata Basuki, Presiden Jokowi akan mengunjungi IKN bersama investor. Jokowi akan menjelaskan kepada investor terkait rencana detail tata ruang atau RDTR di IKN.
Juga, Jokowi akan memaparkan wilayah IKN mana saja yang dapat dikembangkan oleh investor. “Kemarin saya dipanggil presiden, katannya kunjungan itu dalam waktu dekat,” tutur Basuki. (red1)



