Apakah Aksi Penembakan Kantor MUI Jakarta Ada Yang Mendanai ?

Pierre Suteki.

KORANPELITA.CO – Pelaku penembakan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) bernama Mustopa NR diduga sebagai orang suruhan. Dugaan itu muncul setelah terungkap data rekening bank milik Mustopa dengan dana masuk hingga ratusan juta rupiah.

Dikutip dari Beritasatu.com, bahwa Redaksi Beritasatu.com berhasil mendapatkan copy buku rekening bank milik Mustopa di Bank BRI Unit Kedondong Teluk Betung, Lampung. Dari buku rekening itu, tercatat Mustopa baru membukanya pada 11 Maret 2020. Beritasatu.com telah berusaha menghubungi pihak Kepolisian untuk mengkonfirmasi hal ini. Namun, sejauh ini belum ada respon dari polisi.

“Ya saya sudah membaca berita terkait aliran dana 200 juta ke rek pelaku teror di Kantor MUI. Saya tidak bisa serta merta mengaitkan adannya hubungan langsung antara aliran dana dengan motif penembakan,” kata Prof. Dr. Pierre Suteki, S.H., M.Hum., Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang, melalui panggilan selulernya, Semarang, Kamis (04/05/2023).

BACA JUGA:  Kasus Chromebook, JPU: Murni Penegakan Hukum dan Bukannya Menguntungkan Tapi Merugikan Keuangan Negara 

Lanjut Profesor Suteki, dia menyampaikan akan ada kesulitan pengungkapan kejadian ini lantaran pelaku sudah meninggal dunia saat di kantor Polsek Menteng.

“Matinya pelaku penembakan sangat disayangkan sekali dan bukan kejadian yang pertama kali, pelaku teror mati ditembak, padahal yang bersangkutan secara sisi penyerangan tidak bahaya dan cukup dilumpuhkan dengan menembak bagian tubuh yang tidak mengakibatkan hilangnya nyawa,” terangnya.

Apakah kejadian penembakan kantor MUI ada agenda tersembunyi dan siapa aktor intelektualnya?.

“Saya menilai ada hidden agenda, yakni membuat citra buruk umat Islam. Siapa pelaku sebenarnya atau aktor intelektualnya, tanyakan saja pelaku yang terbunuh itu,” tekannya.

“Kejadian tersebut seolah-olah ingin menyampaikan pesan, awas jangan ganggu kelompok lain yang pro pemerintah serta membuat kepanikan di masyarakat. Bisa saja sasarannya Muhammadiyah atau MUI,” bebernya.

BACA JUGA:  Sambut Kloter Pertama, Wali Kota Tangerang Doakan Jadi Haji Mabrur dan Inspirasi Kebaikan

“Intinya saya mengutuk perilaku intoleran dan teror baik yang dilakukan oleh oknum BRIN terhadap Muhammadiyah, maupun aksi oleh teroris di kantor MUI. Semuanya menyasar umat Islam, dan menyerang umat Islam,” tutupnya.

Diketahui bahwa Mustopa adalah pelaku penembakan di kantor MUI Pusat di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023) kemarin. Selain dua staf MUI luka-luka, dalam insiden itu Mustopa yang merupakan warga Kabupaten Pesawaran, Lampung, meninggal dunia setelah dibawa ke Polsek Menteng. (red1)

Redaktur 1
Latest posts by Redaktur 1 (see all)
BACA JUGA:  Fase Kepulangan Jemaah Haji , Terminal 2F Bandara Soetta Prioritaskan Layanan Ramah Lansia dan Disabilitas