JAKARTA, koranpelita.co – Trotoar yang dibuat era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai segelintir orang membuat kemacetan di ibu kota karena jalan menjadi sempit. Banyak trotoar di Jakarta dibongkar Pj Gubernur Heru Budi Hartono. Hal tersebut membuat polemik di masyarakat khususnya warga DKI Jakarta.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, kepada redaktur koranpelita.co dalam sambungan teleponnya mengatakan bahwa program yang baik semestinya dipertahankam dirawat dam dijaga bukan dirusak. Memang saya nilai Pj Gubernur Heru bukan tipe orang yang punya otak membangun tapi otak penuh kebencian dan menghancurkan.
“Seharusnya program-program Anies yang bagus itu dipertahankan, dirawat dan dijaga bukan malah dirusak. Saya kira Heru ini tipe orang penuh kebencian dan perusak,” kata Jerry, Jakarta, Rabu (19/04/2023).
Sambung doktor ilmu komunikasi politik jebolan America Global University ini, dia menyampailkan bahwa trotoar di negara-negara maju menjadi ikon sebuah kota.
“Dia (Heru) bongkar semua trotoar di Jakarta, padahal trotoar itu merupakan ikon sebuah kota. Jangan-jangan besok lusa Stadion JIS barangkali akan dibongkar rata dengan tanah,” lanjutnya.
“Saya lihat kualitas Pj Gubernur andalan Jokowi ini standar banget. Mungkin dia tidak pernah belajar atau studi banding atau jalan-jalan ke luar negeri minimal ke Singapore, jadi dia gak paham apa fungsi trotoar dan pedestarian,” celotehnya.
“Jadi kerjaannya main bongkar sana sini, otaknya cetek dan tak sportif gak bisa jadi pemimpin. Saya nilai Heru ini hanya tameng Jokowi dan Ahok. Rata-rata public policy and goverment policy dia ini ngawur gak beres,” tekannya.
Dipenghujung percakapan di telepon Jerry menuturkan, memang saya lihat Heru tak punya grand strategy dan grand design dalam membangun Jakarta khususnya dalam hal urban city (tata kota) layout, spatial (tata ruang) dan governance (tata kelolah) tapi kerjaaanya hanya merusak hal-hal dan program yang baik yang sudah dikerjakan pendahulunya.
“Karena dia tak punya grand design dan strategy dalam pengelolaan tata kota jadi kerjanya hanya merusak, ngawur itu ,” tandasnya. (er)



