Operasi dilakukan dengan program pengampuan stroke nasional, yang diprogramkan oleh Kementrian Kesehatan. Jadi hampir semua RS vertical yang telah memiliki SDM dan prasarananya, diharapkan mampu memberikan pelayanan operasi Coiling untuk masyarakat sekitarnya.
Operasi yang dimulai dengan proses Anestesi pada Pukul 08.32 WIB tersebut, dan dimulai dengan tindakan pada Pukul 08.45 WIB. Serta berakhir pada Pukul 09.59 WIB.
Dipimpin oleh dr. Bambang, yang adalah dokter yang baru-baru ini melakukan tindakan yang sama pada Indra Bekti (artist), operasi tersebut berlangsung sukses. Kondisi pasien dalam keadaan stabil dan tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada saat operasi berlangsung.
BACA JUGA : DPKP Kabupaten Tangerang Teliti Pakan Ternak PT Charon Pokphand Indonesia
“Alhamdulillah operasi berlangsung dengan baik. Kami minta doa semuanya, agar tidak terjadi hal-hal mengkhawatirkan pada pasien, pasca operasi ini,” pinta dr. Bambang.
Menurutnya, kondisi pasien bisa dipastikan aman dan melewati masa kritis dalam 24 jam. Jika dalam 24 jam tidak terjadi kondisi pendarahan, atau komplikasi lainnya. Artinya, pasien aman dan masuk ke dalam tahap pemulihan.
Tahap pemulihan, menurut Bambang, berlangsung kurang lebih selama 90 hari. Karena itu, pasien diminta tidak berartifitas seperti biasa dalam rentang waktu tersebut. Karena akan mengakibatkan drop dan munculnya komplikasi, jika pasien mengalami kelelahan.
Pada enam hingga 12 bulan ke depan, akan dilakukan evaluasi kembali terhadap kondisi pasien. Untuk melihat kondisi terakhir pasca coiling.
Sementara itu, tim dokter dari RS Mattaher, dr. Hendra Irawan menyatakan bahwa operasi ini adalah operasi pertama yang dilakukan tim dari RS PON untuk membantu RS Mattaher melakukan tindakan coiling. Sementara bagi RS Mattaher sendiri, operasi ini adalah operasi yang keempat kalinya.
Namun operasi kali ini dilakukan dengan adanya bantuan Program Pengampuan dari Kemenkes.


