Polres Slawi Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan Melibatkan Kakak Beradik

Tegal, koranpelita.co – Satuan Reserse kriminal Polres Slawi kabupaten Tegal menggelar rekonstruksi dugaan kasus pembunuhan.

Dalam kasus pembunuhan tersebut mengakibatkan korban Casbari tewas seketika. Sehingga membuat warga Tegal geger. Dikarnakan kejadian pembunuhan itu diduga melibatkan satu keluarga kakak beradik serta orang tua korban.

BACA JUGA : Rupiah Mendekati 16.000 per Dolar AS, BI: Indonesia Masih Lebih Baik Dari Malaysia

Ada-pun, kejadian itu terjadi pada bulan September 2022 di Desa pedeslohor RT 021 pedukuhan baya langu, Tegal Jawa tengah.

Dalam adegan para pelaku yang terlibat dalam dugaan kasus pembunuhan, menggunakan senapan angin yang di lakukan oleh adik kandung korban sendiri Dirto.

Kuas hukum para pelaku Aziz Iswanto.SH.MH kepada media ketika di hubungi via seluler, Kamis (20/10/2022). mengatakan, bahwa memang benar pada hari Kamis 2022, Polres Slawi Kabupaten Tegal, telah menggelar rekontruksi tentang adanya dugaan kasus pembunuhan yang melibatkan satu keluarga kakak beradik dan orang tuanya.

“Dalam adegan rekontruksi tersebut, sudah sangat jelas dan terang benderang Mengenai duduk peristiwa sebab akibat terjadinya pembunuhan tersebut,” jelas Aziz.

Menurut Aziz dalam rekontruksi tersebut, sedikitnya ada 17 adegan dalam peristiwa yang diperagakan oleh para pelaku.

“Kami berkeyakinan bahwa para pelaku memang dalam keadaan terpaksa melakukan pembunuhan tersebut, di karenakan korban Casbari yang merupakan anak sulung terdakwa, kerap membuat onar, dan sering mengancam serta menakut-nakuti korban, setiap kali permintaanya tidak terpenuhi,” beber Aziz.

Aziz juga menjelaskan, selain itu perilaku korban selama ini sudah sangat meresahkan, serta membuat aib keluarga, yang juga sering berbuat keonaran, di dalam lingkungan setempat, bahkan korban sendiri pernah di laporkan oleh tetangganya akibat melakukan penganiayaan terhadap tetangganya.

“Kami selaku kuasa hukum berpendapat bahwa para pelaku melakukan perbuatan tersebut karena adanya keterpaksaan atau daya paksa,” jelas Aziz.

Lanjut Aziz, disebabkan dari perbuatan korban, yang selama ini membuat keluarga dan diri para pelaku merasa tidak aman bahkan terancam.

“Korban sering mengancam dan menakut nakuti pelaku dengan menggunakan golok, bahkan korban juga pernah mencekik orang tuanya ketika permintaanya tidak dituruti,” pungkas AZIZ.