LAMPUNG TENGAH, koranpelita.co – Oknum Guru SD Negeri 1 Karang Jawa Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung melakukan hal yang tak terpuji melakukan tindak penganiayaan atau kekerasan terhadap anak didiknya.
Guru yang seharusnya, menjadi suri tauladan bagi para siswa dan siswinya di sekolah secara arogan melakukan tindakan yang tidak pantas.
BACA JUGA : Bupati Tangerang Minta Perangkat Desa dan Kecamatan Bantu Pendataan Regsosek
Berdasarkan keterangan korban, RF didampingi orang tuanya kepada media, menjelaskan, kejadian itu pada Selasa 6 September 2022.
Dirinya yang saat itu, mempunyai kartu gambar ( maenan bergambar ). Berniat ingin dipinjam oleh temannya, akan tetapi Ia tidak berniat meminjamkan kepada teman tersebut.
” Saya punya mainan gambar mau di pinjem teman saya tapi saya ga mau, sampai – sampai berniat mau mengganti kartu gambar ( maenan gambar ) milik saya dengan uang. Tapi saya, tetap tidak ingin memberikan apalagi meminjamkannya,” katanya, Jumat (16/09/2022).
Lebih lanjut RF menuturkan, Karena teman tidak diperbolehkan untuk meminjam maenan gambar ia kesal hingga melaporkan kepada guru T.
BACA JUGA : Rutis Jaga Kesehatan Masyarakat, Satgas Yonarmed 1 Kostrad Patroli Keliling Desa
“T kesal dengan saya yang tidak ingin memberikan ataupun juga meminjamkan maenan milik saya. Saya di panggil lalu saya dipukuli, menggunakan sebuah mistar panjang berkali – kali didepan para guru dan siswa – siswi lain. Saya menangis kesakitan,”katanya.
Orang tua korban Suroto dan Warijem melihat kondisi anaknya tidak terima atas perilaku kekerasan yang dilakukan guru yang seharuskan memberikan pendidikan akhlak, etika dan ilmu untuk masa depan anaknya malah melakukan pemukulan.
“Kami sekeluarga, belum bisa menerima atas hal yang dialami oleh anak saya saat ini,”tandasnya.
Suroto ayah kandung korban menambahkan, dampak yang terjadi maupun yang dialami anaknya, sangat melukai hati dan perasaan keluarga.
“Anak saya sudah seminggu ini tidak sekolah. Karena trauma, atas kejadian kekerasan tersebut. Dan malu menjadi bahan ejekan teman – temannya satu sekolah,”papar Suroto.
Dirinya menjadi tidak tenang, ketika sedang pergi bekerja memikirkan anaknya mental pisikisnya yang terguncang dengan kejadian ini. Saya dan keluarga saat ini, menunggu itikad baik dari pihak sekolah ataupun oknum guru T yang jelas – jelas melakukan tindak kekerasan terhadap anaknya.
“Kami menunggu etikad baik oknum guru tersebut atau pihak sekolah. Jika hal ini, tidak kunjung diperbaiki atau direspon baik. Kami sekeluarga, berniat meneruskan kejalur hukum,”tegasnya.
Sementara itu, ketika pihak media konfirmasi ke pihak sekolah terkait kejadian yang dialami RF, dalam hal ini Kepala Sekolah SD Negeri 1 Karang Jawa, Sarno mengatakan dirinya tidak berada di lokasi akan ke Gunung Sugih dalam rangka urusan Kedinasan.
“Saya akan ke Gunung Sugih dalam rangka urusan Kedinasan, Pak. Ini nomer Guru T,”katanya.
Sedangkan Oknum Guru T ketika dihubungi media mengarahkan besok datang dan bertemu langsung disekolah saja tidak perlu datang ke rumah. “Ga usah ke rumah besok kesekolah,”kata T. ( Tim/Red )
- Pasien BPJS Meninggal Usai 3 Jam Telantar di IGD, Kuasa Hukum Keluarga Duta RS Sari Asih Bintaro Lebih Utamakan Administrasi - 27/05/2026
- Praktisi Hukum Taufik H. Nasution Soroti Penanganan Kasus Dugaan Suap Proyek di Bekasi - 16/05/2026
- Mayoritas Jalan Desa Ciledug Mulus, Kades Niat Rampungkan Sisa Perbaikan - 24/04/2026



