
Tambun Selatan, Koranpelita.co – Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memasuki babak baru. Lima calon kepala desa resmi mendapatkan nomor urut setelah Panitia Penyelenggara Pilkades Tridayasakti menggelar Rapat Pleno Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Calon.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Tridayasakti, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dalam suasana tertib dan kondusif. Pengundian nomor urut menjadi salah satu tahapan penting yang menandai kesiapan para calon untuk melanjutkan proses menuju pemungutan suara.
Dalam pengundian tersebut, lima calon kepala desa mendapatkan nomor urut sebagai berikut:
- 1. Sopian, SE
- 2. Suwanto
- 3. Sumitra
- 4. Junaedi Abdillah, S.Pd.I
- 5. Afad Pratama Usasra, SH., MH.
Ketua Panitia Pilkades Tridayasakti, Suyadi, SE, mengatakan penetapan dan pengundian nomor urut merupakan bagian dari tahapan resmi penyelenggaraan Pilkades yang harus dilaksanakan secara tertib sesuai ketentuan.
Menurut Suyadi, proses tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi para calon untuk memperoleh nomor urut, tetapi juga menjadi penanda bahwa tahapan Pilkades Tridayasakti terus bergerak menuju agenda berikutnya.
“Penetapan dan pengundian nomor urut merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan Pilkades. Alhamdulillah, seluruh proses berjalan tertib dan kondusif,” ujar Suyadi.
Ia menegaskan, panitia akan terus menjalankan seluruh tahapan Pilkades secara profesional dengan mengedepankan ketertiban, transparansi dan kondusivitas selama proses pemilihan berlangsung.
Setelah penetapan nomor urut, para calon akan menghadapi sejumlah tahapan berikutnya. Di antaranya pemutakhiran daftar pemilih, persiapan masa kampanye, hingga pelaksanaan pemungutan suara.
Tahapan tersebut menjadi fase penting karena persaingan tidak lagi sebatas proses administrasi pencalonan. Para calon kini mulai berhadapan langsung dengan pemilih dan dituntut menyampaikan visi, misi serta program yang ditawarkan kepada masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat Desa Tridayasakti juga memiliki posisi strategis dalam menentukan arah kepemimpinan desa ke depan. Karena itu, momentum Pilkades diharapkan tidak hanya menjadi ajang kontestasi antarcalon, tetapi juga ruang bagi warga untuk menilai rekam jejak, kapasitas, integritas dan gagasan masing-masing calon.
Panitia Pilkades mengimbau seluruh calon, pendukung dan masyarakat agar menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati.
Dengan telah ditetapkannya nomor urut, perhatian publik kini mulai tertuju pada bagaimana kelima calon membangun komunikasi politik dengan masyarakat serta menawarkan program yang dianggap mampu menjawab kebutuhan warga Desa Tridayasakti.
Pilkades bukan sekadar soal memenangkan kontestasi. Lebih dari itu, hasil pemilihan akan menentukan siapa yang dipercaya masyarakat untuk memimpin pemerintahan desa dan mengawal pembangunan Tridayasakti pada periode mendatang. (Dodo.Z).


