Bogor, Koranpelita.co — Komitmennya untuk meletastarikan budaya lokal maupun nilai-nilai kearifan tradisional seperti terhadap seni bela diri pencak silat yang merupakan salah satu budaya asli Indonesia membuat Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor Dr Agus Wirawan Eko Saputro diganjar penghargaan pada Jumat (25/09/2026) pekan lalu
Penghargaan yang diberikan Padepokan Pencak Silat Sangsaka Buana Indonesia kepada Agus sebagai bentuk perhormatan berupa pemberian “Serat Wawangi”. Juga sekaligus dengan penganugerahan gelar “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat” dalam rangkaian kegiatan Kejuaraan Pencak Silat Seni Kebun Raya Bogor Cup IV Tahun 2026 di Gedung Anggrek, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat.
Agus mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya dari Padepon Pencak Silat bukan semata-mata merupakan penghormatan kepada dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
“Pencak silat juga bukan hanya tentang kemampuan bela diri, tapi mengandung nilai disiplin, keberanian, ketekunan, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama,” tutur Agus kepada Koranpelita.co, Senin (28/09/2026).
Agus pun menekankan nilai-nilai yang ada dalam seni bela diri pencak silat tersebut sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang berkarakter dan berintegritas dengan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama.
“Generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal dan mencintai budaya daerah agar warisan leluhur tersebut tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman,” ujarnya seraya menyebutkan kalau budaya menjaga jati diri bangsa, sementara integritas menjaga kehormatan dalam pengabdian.

Dia pun mengatakan terkait pemberian Serat Wawangi mengandung doa dan harapan agar yang menerima senantiasa memperoleh “mulus rahayu, berkah, salamet, jembar manah”, serta memiliki kecintaan terhadap budaya Sunda dan budaya bangsa.
“Selain dinilai telah turut ngarumule pencak silat tradisional budaya Tatar Sunda Jawa Barat yang bermakna turut menjaga, merawat, dan melestarikan pencak silat tradisional sebagai warisan budaya,” katanya.
“Adapun kegiatan di Gedung Anggrek Kebun Raya Bogor sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara institusi penegak hukum, masyarakat, dan komunitas pelestari budaya, dengan semangat membangun kebersamaan serta menjaga nilai-nilai luhur yang hidup di tengah masyarakat,” ujar Agus.(yadi)
- Lestarikan Budaya Lokal, Kajari Kota Bogor Digelari “Pendekar Pencak Silat Jawa Barat” - 28/09/2026
- Pakar: Perintah PT Jakarta kepada Kejaksaan Usut Juga Google dkk Bentuk Teguran yang Harus Dipatuhi - 27/09/2026
- Banding Nadiem Kandas, Roy Riady Salah Satu JPU nya Promosi Menjadi Kajari Jakut - 26/09/2026



