Trauma Melihat Pembunuhan Ibunya, Saksi Anak Mendapat Pemulihan Berkelanjutan dari Pemkab Demak 

Bupati memberikan perhatian berkelanjutan pada anak sakso korban melihat pembunuhan ibunya.

KORANPELITA.CO – Seorang anak harus menanggung trauma berkelanjutan karena melihat kematian ibunda yang sangat tragis. Dimana dengan mata kepala sendiri dirinya melihat sang ibu dibunuh 3 tahun lalu.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan dan pemulihan psikologis anak tersebut secara berkelanjutan.

Bupati Demak dr. Hj. Eisti’anah, bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Demak Milono, jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), camat, serta Kepala Desa Jamus, mengunjungi kediaman anak tersebut pada Senin (10/8) lalu.

Saat dimintai keterangan terkait kunjungan tersebut Bupati Eistianah menyampaikan bahwa kunjungan itu dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi anak sekaligus menyerahkan bantuan pendidikan.

“Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan pendidikan, tetapi juga mencakup kesehatan fisik dan pemulihan psikologis,” ucapnya pada wartawan usai suatu acara pada Rabu (12/8/2026)

BACA JUGA:  Bupati Tangerang Pastikan Rumah Bu Laila Roboh Segera Dibangun

“Alhamdulillah, perkembangan secara fisik maupun kejiwaannya sudah mulai membaik. Kita terus monitor dan memberikan pendampingan agar anak ini bisa menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Demak telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memastikan kebutuhan biaya pendidikan anak tersebut terpenuhi hingga menyelesaikan jenjang SMA.

Bantuan pendidikan akan diberikan secara berkala setiap bulan agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

“Untuk pendidikan, kita bantu melalui Baznas. Bantuan diberikan setiap bulan sampai nanti lulus SMA. Kalau langsung diberikan dalam jumlah besar, khawatir pengaturannya justru tidak bisa berkelanjutan,” jelasnya.

Eisti’anah menambahkan, pemerintah juga akan berupaya memberikan dukungan apabila anak tersebut nantinya ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA.

Pemkab Demak, kata dia, akan mencarikan skema bantuan maupun program pendidikan yang dapat mendukung cita-cita anak tersebut.

BACA JUGA:  Buka POR Pegawai 2026, Bupati Tangerang Dorong Pelayanan dan Kekompakan ASN

Selain memastikan pendidikan, Pemkab Demak juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak.

Saat ini, anak tersebut masih menjalani konsultasi dan pengobatan secara rutin dengan psikiater di RSJD Amino Gondohutomo Semarang.

“Secara kejiwaan memang masih membutuhkan pendampingan. Namun dengan konsultasi dan pengobatan rutin, kondisinya sudah semakin baik,” kata Eisti’anah.

Sementara itu, Kajari Demak Milono menjelaskan, kasus yang menimpa keluarga anak tersebut terjadi sekitar tiga tahun lalu. Pelaku yang merupakan anggota keluarga terdekat telah menjalani hukuman pidana selama 12 tahun di lembaga pemasyarakatan.

Menurut Milono, kasus tersebut dipicu persoalan keluarga. Saat kejadian, korban sedang menyuapi anaknya ketika terjadi pertengkaran dengan pelaku yang meminta uang namun tidak diberikan.

“Pemicunya sebetulnya masalah keluarga. Saat itu ibunya sedang menyuapi anaknya, kemudian pelaku marah karena meminta uang tidak diberikan. Kejadian tersebut berlangsung di depan anak,” terang Milono.

BACA JUGA:  Pemkab Demak Gelar Pasar Murah di Desa Bungo

Pemkab Demak memastikan pendampingan terhadap anak tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan pendidikan.

Pemerintah bersama Baznas dan pihak terkait akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, serta pemulihan psikologis anak tetap terpenuhi.

Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membantu anak menjalani kehidupan secara lebih baik, sekaligus membuka kesempatan untuk tumbuh dan meraih masa depan tanpa terus dibayangi trauma akibat peristiwa yang dialaminya. (Nungki)