Pemkab Demak Evaluasi Pelayanan Kesra

KORANPELITA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya layanan yang berada di bawah Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Demak.

Hal tersebut dibahas dalam Forum Konsultasi Publik Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Demak yang digelar di Ruang Ballroom Setda Demak, Kota Demak, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026).

Forum tersebut sebagai ruang evaluasi terhadap sejumlah layanan yang diberikan kepada masyarakat, sekaligus untuk menampung masukan publik guna meningkatkan kualitas pelayanan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Demak, Akhmad Sugiharto, mengatakan Survei Kepuasan Masyarakat penting dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelayanan pemerintah daerah.

Menurutnya, masukan dari masyarakat harus menjadi bahan perbaikan agar pelayanan pemerintah semakin cepat, mudah, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan publik harus terus kita evaluasi. Apa yang menjadi masukan masyarakat harus menjadi bahan bagi perangkat daerah untuk melakukan perbaikan,” ujar Akhmad Sugiharto.

Adapun ruang lingkup pelayanan yang menjadi objek SKM Bagian Kesra meliputi pelayanan hibah bagi lembaga peribadatan, organisasi dan pendidikan keagamaan, pelayanan hibah kesejahteraan bagi guru Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan pondok pesantren, serta pelayanan bantuan sosial bagi penghafal Al-Qur’an 30 juz.

BACA JUGA:  Beyond the Degree: Wali Kota Bekasi Dorong Mahasiswa Kuasai AI dan Personal Branding

Dalam survei tersebut, terdapat sembilan unsur yang menjadi penilaian masyarakat. Yakni persyaratan pelayanan, sistem mekanisme dan prosedur, waktu pelayanan, biaya, produk atau spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan serta sarana dan prasarana.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Demak, Ungguh Prakoso, mengatakan hasil survei menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dari hasil survei, ada beberapa unsur yang masih menjadi perhatian, terutama terkait waktu pelayanan, publikasi jenis layanan, dan pemahaman masyarakat mengenai persyaratan,” jelas Ungguh.

Menurutnya, masyarakat masih menilai waktu pelayanan perlu dipercepat. Selain itu, publikasi mengenai jenis layanan dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat secara merata, meskipun informasi telah disampaikan melalui media sosial dan Forum Konsultasi Publik.

Persoalan lainnya adalah masih adanya masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh persyaratan layanan. Karena itu, Bagian Kesra akan terus melakukan perbaikan dalam penyampaian informasi sekaligus mendorong percepatan proses pelayanan.

BACA JUGA:  Jelang HUT ke- 81 RI , Satpol PP Kabupaten Tangerang Bagikan 500 Bendera Merah Putih

“Masukan masyarakat ini menjadi evaluasi bagi kami. Kami akan berupaya memperjelas informasi persyaratan dan meningkatkan publikasi agar masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi sebelum mengajukan layanan,” katanya.

Selain peningkatan pelayanan, Bagian Kesra juga mengampu sejumlah program unggulan di bidang kesejahteraan dan keagamaan.

Program tersebut di antaranya tambahan kesejahteraan bagi guru Madin, TPQ dan pondok pesantren, bantuan untuk tempat ibadah, organisasi dan lembaga keagamaan, serta Beasiswa Demak Qurani bagi Hafidz Al-Qur’an.

Untuk 2026, program tersebut mencakup bantuan kepada lembaga dan santri dengan jumlah penerima yang telah ditetapkan sesuai program. Di antaranya lembaga penerima tambahan kesejahteraan guru Madin, TPQ dan pondok pesantren, bantuan lembaga keagamaan, serta beasiswa bagi santri penghafal Al-Qur’an.

Bagian Kesra juga mengembangkan Forum Silaturahmi Sinergi Ulama Umaro sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat.

Selain itu, terdapat sejumlah kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, seperti Majelis Haul Akbar, Demak Bersholawat, Halaqah, serta Tumpeng Sembilan dalam rangkaian Grebeg Besar Demak.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Sebut Pesta Rakyat Cibaliung Layak Tembus Level Nasional

Program lainnya adalah Festival Kreativitas Santri “Santri Bangkit” yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti lomba kreativitas santri, bazar produk santri dan UMKM pesantren, santri talkshow dan seminar motivasi, serta pemberian penghargaan dan beasiswa bagi santri berprestasi.

Ungguh menegaskan, seluruh program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, ulama, serta masyarakat.

Dengan adanya evaluasi melalui SKM dan Forum Konsultasi Publik, Pemkab Demak berharap kualitas pelayanan Bagian Kesra semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, transparan, dan akuntabel. (Nungki)