Kolaborasi Budaya Melayu dan Tionghoa Tutup Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan di Tanjab Barat

Kualatungkal, koranpelita.co – Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan dalam rangkaian Bulan Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan Tahun 2026 resmi ditutup dengan penampilan kolaborasi Himpunan Keluarga Melayu (HKM) dan Keluarga Besar Etnis Tionghoa di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal, Rabu (5/8/26) malam.

Beragam atraksi budaya seperti seni bela diri silat, tarian Melayu, musik tradisional, dance hingga Barongsai sukses menghibur ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara. Kegiatan tersebut menjadi simbol kuatnya persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Malam penutupan dihadiri langsung Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Fadhilah Sadat, S.H. Turut hadir unsur Forkopimda, anggota DPRD, pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, para ketua paguyuban, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan penampilan seni budaya dari dua etnis tersebut. Ketua HKM dan Ketua Keluarga Besar Etnis Tionghoa Tanjung Jabung Barat, Jamal Darmawan Sie, M.M., turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang terus memberikan ruang bagi seluruh paguyuban untuk melestarikan budaya sekaligus mempererat persaudaraan antaretnis.

BACA JUGA:  Penjualan Teh Kayu Aro Kemasan Naik 7 Persen

Dalam sambutannya, Bupati Anwar Sadat mengatakan pergelaran seni budaya yang berlangsung selama lima malam berturut-turut merupakan bukti nyata bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mampu menyatukan seluruh elemen masyarakat.

“Melalui pergelaran ini, kita tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, adat istiadat, dan kuliner khas dari berbagai suku yang hidup berdampingan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tetapi juga merasakan kuatnya semangat persatuan yang menjadi identitas daerah kita. Tingginya animo masyarakat membuktikan bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga perekat persaudaraan dan kebersamaan,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kepala suku, paguyuban, organisasi kemasyarakatan, para seniman, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

BACA JUGA:  Penelitian Sifa Tinjau Batas Usia Perkawinan dari Perspektif Syariah

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh kepala suku, ketua paguyuban, organisasi masyarakat, serta para pelaku seni budaya yang telah berpartisipasi aktif. Selama lima malam berturut-turut kita telah menunjukkan bahwa Tanjung Jabung Barat adalah rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, di mana keberagaman menjadi kekuatan dan persatuan menjadi fondasi dalam membangun daerah,” tegasnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Bupati berharap Pergelaran Seni Budaya Bhineka Kebangsaan dapat terus menjadi agenda tahunan sebagai wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta memperkenalkan kekayaan budaya Tanjung Jabung Barat kepada generasi muda.

BACA JUGA:  351 Pemancing Ramaikan Lomba Mancing HUT RI dan HUT Tanjab Barat di WFC Kuala Tungkal

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memeriahkan rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Tanjung Jabung Barat, termasuk menghadiri malam puncak Tanjung Jabung Barat Bersolawat yang akan digelar pada 14 Agustus 2026 di Alun-Alun Kota Kuala Tungkal sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memperkokoh persatuan dalam keberagaman menuju Tanjung Jabung Barat BERKAH Madani.