
Cibitung, Koranpelita.co – Di tengah kesibukan dan kehidupan masyarakat yang semakin individualistis, warga Blok P16 Perumahan LBS 2, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, memilih merawat kebersamaan melalui cara sederhana.
Warga menggelar kegiatan ngeriung dan makan siang bersama pada Minggu (19/07/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi, sekaligus memperkuat kekompakan antarwarga.
Suasana kebersamaan tidak hanya terlihat dari warga yang berkumpul di dilesehan. Peran ibu-ibu juga menjadi bagian penting dalam terselenggaranya kegiatan tersebut.
Perwakilan ibu-ibu yang juga Ketua Tim Penggerak Warga, Neng Yanti, turut menggerakkan warga perempuan untuk menyiapkan konsumsi makanan bagi kegiatan makan siang bersama.
Mulai dari menyiapkan menu, mengolah makanan, hingga memastikan hidangan tersaji bagi warga, dilakukan secara bersama-sama.
Bagi Neng Yanti, kegiatan tersebut bukan hanya soal menyiapkan makanan. Lebih dari itu, keterlibatan ibu-ibu menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan di lingkungan.
“Ini kegiatan bersama. Ibu-ibu ikut menyiapkan konsumsi agar semua warga bisa berkumpul dan menikmati makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan,” ujar Neng Yanti.
Menurutnya, kebersamaan warga harus dibangun melalui keterlibatan semua pihak. Tidak hanya kaum bapak, tetapi juga ibu-ibu memiliki peran penting dalam menggerakkan kegiatan sosial di lingkungan.
“Kalau semua ikut terlibat, suasananya menjadi lebih hangat. Dari kegiatan seperti ini, warga bisa semakin dekat dan saling mengenal,” katanya.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa membangun hubungan sosial di lingkungan tidak selalu membutuhkan acara besar.
Dari dapur, ibu-ibu menyiapkan makanan. Di ruang berkumpul, warga saling berbincang. Dari interaksi tersebut, komunikasi dan kepedulian antarwarga tumbuh.
Pa De Imam mengatakan, kegiatan makan siang bersama menjadi sarana penting untuk menjaga hubungan antarwarga.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Dengan sering berkumpul seperti ini, warga bisa semakin dekat dan komunikasi juga semakin baik,” ujarnya.
Ia menilai, hubungan bertetangga harus terus dirawat. Sebab, warga yang tinggal berdekatan belum tentu memiliki kedekatan sosial apabila tidak ada komunikasi dan kegiatan bersama.
“Kalau warga sering bertemu, saling mengenal, tentu rasa kepedulian juga akan tumbuh. Jadi, bukan hanya tinggal berdekatan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari lingkungan,” katanya.
Hal senada disampaikan Pa Haji Selamet. Ia menilai kegiatan makan bersama memiliki nilai penting dalam menjaga kekompakan dan rasa kekeluargaan.
Menurutnya, kesibukan masing-masing warga sering kali membuat interaksi sosial semakin terbatas. Karena itu, kegiatan berkumpul seperti makan siang bersama perlu terus dijaga.
“Jangan sampai kita tinggal satu lingkungan, tetapi tidak saling mengenal. Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga silaturahmi dan memperkuat rasa kekeluargaan,” ujar Pa Haji Selamet.
Ia menambahkan, kekompakan warga dapat menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.
Mulai dari keamanan, kebersihan, kegiatan sosial, hingga kepedulian terhadap warga yang membutuhkan, semuanya membutuhkan komunikasi dan kebersamaan.
“Kalau hubungan antarwarga kuat, banyak persoalan bisa dibicarakan dan diselesaikan bersama. Ini yang harus terus dipertahankan,” katanya.
Kegiatan ngeriung makan siang bersama warga Blok P16 LBS 2 menjadi contoh bahwa kebersamaan dapat dibangun dari hal-hal sederhana.
Makan bersama, saling berbincang, dan terlibat dalam kegiatan lingkungan menjadi cara efektif untuk menjaga hubungan sosial agar tidak semakin renggang.
Di tengah perkembangan kawasan permukiman yang semakin padat, hubungan antarwarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, guyub, dan saling peduli.
Peran ibu-ibu yang digerakkan Neng Yanti juga menunjukkan bahwa pembangunan kebersamaan tidak hanya lahir dari forum formal. Bahkan, dari dapur dan hidangan yang disiapkan bersama, nilai gotong royong dapat tumbuh.
Bagi warga Blok P16 LBS 2, makan siang bersama bukan sekadar agenda berkumpul.
Dari sebuah lesehan makan bersama, komunikasi terbangun. Dari komunikasi, kepedulian tumbuh. Dan dari kepedulian, kekuatan sebuah lingkungan dapat dipertahankan.
Sebab, lingkungan yang kuat bukan hanya dibangun dari rumah dan jalan, tetapi juga dari warga yang mau saling mengenal, saling membantu, dan terus merawat silaturahmi. (D.Z).
- SAVEUUN: FORWATU BANTEN LAPORKAN DUGAAN INTIMIDASI WARGA KE POLDA, SIAPKAN AKSI DAMAI - 19/07/2026
- Warga Blok P16 LBS 2 Muktiwari Ngeriung Makan Siang Bersama, Perkuat Silaturahmi di Tengah Kesibukan - 19/07/2026
- Deklarasi Sopian Dipadati Ribuan Warga, Dukungan Perubahan Tridayasakti Menggema - 19/07/2026


