Program Community Care Bandara Soetta Perkuat Pelestarian Budaya dan Edukasi Anak

Bandara Soetta,koranpelita.co – Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyelenggarakan InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya) serta InJourney Community Care sebagai wujud dukungan terhadap pelestarian budaya, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan bandara.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan bahwa sebagai bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak hanya berperan sebagai gerbang konektivitas nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai program yang berkelanjutan.

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta merupakan ruang yang mempertemukan banyak orang, budaya, dan berbagai aktivitas. Karena itu, kami ingin menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat, baik melalui pelestarian budaya lokal maupun kegiatan edukatif yang mampu menginspirasi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan mengenal lebih dekat dunia kebandarudaraan,” ujar Heru.

BACA JUGA:  Pemkab Bekasi Buka 100 Beasiswa BANPIN Gratis S1 Sampai Lulus, Ini Cara Daftarnya

Salah satu program yang diselenggarakan adalah InJourney Airports Community Upskilling for Aviation (Pojok Budaya), sebuah program yang memberikan dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, serta para penggiat kebudayaan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas seni pertunjukan. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kompetensi komunitas seni sekaligus pelestarian budaya Indonesia.

Pada tahun 2026, Bandara Internasional Soekarno-Hatta memberikan bantuan pengembangan kepada Sanggar Satya Swastika. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana sanggar, meningkatkan kompetensi peserta didik dan pelatih, menumbuhkan minat generasi muda terhadap seni budaya, serta mendorong peningkatan prestasi sanggar dalam melestarikan seni tari tradisional Indonesia.

Sebagai bagian dari program tersebut, Sanggar Satya Swastika menampilkan pertunjukan tari khas Tangerang di Terminal 2 pada 23 Juli 2026 dan berlanjut di Terminal 1C pada 24 Juli 2026.

BACA JUGA:  Cakades Irma Ratna Wulan S.pd Usung 10 Program Prioritas untuk Setia Darma

Kehadiran pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan suasana bandara yang lebih hangat dan berkarakter, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para pengguna jasa, baik domestik maupun mancanegara.

Mengusung tema “Melestarikan Budaya, Mengembangkan Potensi, Tunjukkan Aksi”, program Pojok Budaya diharapkan dapat memperkuat ekosistem seni budaya lokal sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan komunitas budaya.

Pada kesempatan yang sama, Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga menyelenggarakan InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026 dengan mengundang 51 siswa sekolah dasar yang berasal dari wilayah perimeter utara dan selatan bandara, yakni SDN Jurumudi Baru, SDN 1 Bojong Renged, dan SDN 3 Bojong Renged.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat profesi Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD), armada pemadam kebakaran khusus bandara, serta berbagai peralatan yang digunakan personel ARFF dalam menjalankan tugasnya.

BACA JUGA:  Kejari Jakbar Segera Tahap Dua Korupsi Pembebasan Lahan Proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan

Heru menambahkan, program-program TJSL yang dijalankan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan terus diarahkan untuk memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan baik dengan lingkungan sekitar.

“Kami percaya bahwa keberadaan bandara harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya melalui layanan operasional, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kami akan terus menghadirkan program-program yang membuka ruang kolaborasi, mendukung pelestarian budaya, memperluas akses edukasi, dan mendorong tumbuhnya potensi generasi muda di sekitar bandara,” kata Heru. (*/sul).