
Bekasi, Koranpelita.co – Suasana sederhana namun penuh makna mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun,S.H. di Perum LBS 2, Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Jumat (10/07/2026).
Perayaan yang awalnya berlangsung seperti hari biasa berubah menjadi momen emosional setelah para anak-anak binaan dan keluarga besar LAMI menyiapkan sebuah kejutan yang sama sekali tidak diduga.
Kejutan tersebut diawali dengan sebuah drama yang sengaja disusun. Beberapa anak-anak LAMI, di antaranya Suganda, Anen Cerdik Parwoto (ACP), RW Karimun, RW Bewok, Sutarno bersama rekan-rekan lainnya berpura-pura terlibat adu mulut hingga nyaris baku hantam tepat di hadapan Jonly Nahampun.
Melihat situasi yang semakin memanas, Jonly spontan menghampiri mereka. Dengan wajah serius, ia berusaha melerai dan menenangkan semua pihak agar tidak terjadi perkelahian.
Sikap tersebut menunjukkan kepeduliannya sebagai sosok yang selama ini dikenal selalu mengedepankan persaudaraan dan penyelesaian masalah melalui dialog.
Namun, saat Jonly sibuk melerai, suasana mendadak berubah. Seluruh anak-anak yang sebelumnya berpura-pura bertengkar serempak mengucapkan, “Selamat Ulang Tahun!” sambil menyanyikan lagu ulang tahun.
Dalam hitungan detik, ketegangan berubah menjadi gelak tawa dan suasana haru. Kue ulang tahun kemudian dibawa masuk, disusul tepuk tangan meriah dari seluruh yang hadir.
Tak kuasa menahan perasaan, Jonly Nahampun tampak menitikkan air mata. Ia mengaku sama sekali tidak menyangka akan mendapat kejutan yang dipersiapkan dengan begitu rapi oleh anak-anak yang selama ini dianggapnya sebagai keluarga sendiri.
Anen Cerdik Parwoto (ACP) mengatakan, kejutan tersebut sengaja dibuat agar menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi Ketua Umum LAMI yang telah memasuki usia ke-60 tahun.
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Beliau selama ini selalu mengajarkan kekompakan, kepedulian, dan rasa kekeluargaan. Makanya kami membuat drama kecil supaya beliau benar-benar tidak menyangka. Alhamdulillah berhasil dan beliau sangat terharu,” ujar ACP.
Senada dengan itu, RW Karimun dan RW Bewok menjelaskan seluruh rangkaian kejutan telah dipersiapkan secara matang agar terlihat alami tanpa diketahui Jonly Nahampun.
“Kami berlatih beberapa kali. Tujuannya bukan sekadar membuat beliau kaget, tetapi sebagai bentuk rasa hormat, cinta, dan terima kasih atas perhatian beliau kepada kami selama ini. Melihat beliau sampai menangis membuat kami juga ikut terharu,” katanya.
Sementara itu, Suganda menilai momen tersebut menjadi bukti bahwa hubungan di lingkungan LAMI tidak hanya sebatas organisasi, melainkan telah tumbuh menjadi sebuah keluarga besar.
“Beliau bukan hanya ketua umum bagi kami. Beliau adalah sosok orang tua yang selalu membimbing dan memberikan motivasi. Kejutan ini adalah ungkapan kasih sayang kami kepada beliau,” ujar Suganda.
Perayaan HUT ke-60 Jonly Nahampun pun ditutup dengan doa bersama, pemotongan kue ulang tahun, serta ramah tamah yang berlangsung penuh kehangatan.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas organisasi dan perjuangan menyuarakan aspirasi masyarakat, nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan saling menghargai tetap menjadi fondasi utama yang terus dijaga oleh keluarga besar LAMI. (Dodo.Z).


