
Tambun Selatan, Koranpelita.co – Calon Kepala Desa (Cakades) Setia Darma periode 2026–2034, Irma Ratna Wulan, S.Pd, menawarkan agenda perubahan melalui gerakan bertajuk “Gerakan Siap Perubahan”.
Program yang ditawarkan tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pendidikan, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan perempuan, pelayanan publik, transformasi digital hingga tata kelola pemerintahan desa yang transparan.
Dengan slogan “Bersatu untuk Perubahan, Maju dalam Pembangunan, Sejahtera dalam Kebersamaan”, Irma menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai dasar utama dalam menyusun 10 program prioritasnya.
Salah satu agenda strategis yang diusung adalah mengupayakan pembangunan SMP Negeri di Desa Setia Darma.yang memang selama ini tidak ada Sekolah tersebut maka dengan Program ini dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak desa, mengurangi potensi angka putus sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.
Pendidikan menjadi salah satu tantangan penting di tingkat desa. Karena itu, kehadiran sekolah menengah pertama di wilayah desa diharapkan dapat memudahkan akses anak-anak terhadap pendidikan tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Selain pendidikan, Irma juga menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai agenda prioritas.
Program tersebut diarahkan melalui penguatan UMKM dan usaha warga, pelatihan kerja, kewirausahaan, peningkatan keterampilan serta program ekonomi kerakyatan untuk mendorong peningkatan pendapatan keluarga.
“Pembangunan desa tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Masyarakat harus memiliki kemampuan dan kesempatan untuk tumbuh secara ekonomi,” demikian gagasan yang ditawarkan dalam program prioritasnya.
Irma juga memberikan perhatian khusus terhadap pemberdayaan perempuan. Program yang disiapkan meliputi pelatihan keterampilan bagi ibu rumah tangga dan perempuan produktif, dukungan terhadap pengembangan usaha perempuan serta peningkatan peran perempuan dalam pembangunan desa.
Agenda ini menjadi penting karena perempuan tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi dan bagian penting dalam pengambilan keputusan di tengah masyarakat.
Persoalan lingkungan juga masuk dalam 10 program prioritas Irma. Ia menawarkan program Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) per RT.
Konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih tertib, bersih dan ramah lingkungan. Dengan pengelolaan berbasis lingkungan terkecil, persoalan sampah diharapkan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah desa, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Di bidang pelayanan publik, Irma membawa gagasan pelayanan administrasi tanpa pungli.
Pelayanan desa harus cepat, mudah, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, komitmen terhadap pelayanan publik yang profesional menjadi salah satu indikator penting dalam agenda perubahan yang ditawarkan.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi kritik terhadap pola pelayanan birokrasi yang masih dianggap berbelit-belit dan tidak selalu mudah diakses masyarakat.
Pada sektor pembangunan, Irma menargetkan perbaikan dan pembangunan jalan lingkungan, pembangunan serta normalisasi drainase untuk mengurangi potensi banjir, sekaligus meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat.
Namun, pembangunan Setia Darma yang ditawarkan tidak berhenti pada pembangunan fisik.
Irma juga mengusung konsep Desa Digital melalui pelayanan administrasi berbasis teknologi dan online, penyediaan informasi desa yang mudah diakses masyarakat, pengembangan sarana internet serta teknologi informasi desa.
Literasi digital bagi generasi muda dan pelaku UMKM juga menjadi bagian dari agenda tersebut.
Transformasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting dalam pemerintahan desa. Masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan pelayanan yang cepat, tetapi juga akses informasi yang terbuka dan mudah dijangkau.
Di bidang kesehatan, Irma menawarkan pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) / Polindes untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu, anak dan lansia serta mendukung program kesehatan preventif dan promotif.
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah komitmen terhadap pemerintahan desa yang transparan dan pro rakyat.
Irma menekankan pentingnya pengelolaan anggaran desa secara terbuka dan akuntabel, musyawarah desa yang melibatkan seluruh unsur masyarakat serta pemerintahan yang amanah, responsif dan bertanggung jawab.
Di tengah tuntutan masyarakat terhadap keterbukaan pengelolaan anggaran publik, transparansi bukan lagi sekadar slogan politik.
Masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai program, anggaran dan hasil pembangunan. Karena itu, gagasan pemerintahan terbuka menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
Selain itu, Irma juga menempatkan kerukunan umat beragama dan persatuan masyarakat sebagai bagian dari agenda pembangunan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat toleransi dan keharmonisan antarumat beragama, mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, serta menjaga persatuan, keamanan dan ketertiban lingkungan.
Dalam materi programnya, Irma juga menampilkan bagian “Bukti Karya dan Dedikasi”.
Ia menyebut telah berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Salah satu yang ditonjolkan adalah pengembangan platform KitaUsaha.com, yang diklaim dirancang untuk mendukung informasi, pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Bagi Irma, perubahan tidak cukup hanya dijanjikan saat momentum pemilihan kepala desa.
“Perubahan tidak cukup hanya dengan janji, tetapi harus dibuktikan dengan karya nyata, pengabdian, dan komitmen,” menjadi pesan utama yang dibawa dalam gerakan tersebut.
Setia Darma Maju, Warganya Sejahtera, Pemerintahannya Bersih dan Transparan. (Dodo.Z).


