Tangerang,koranpelita.co – Ketua Umum HMI Cabang Tangerang, M. Rhamadoni, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dan praktik jual beli titik dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, pengungkapan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi harus menelusuri seluruh pihak yang diduga terlibat dari tingkat pusat hingga daerah.
Kasus yang menjadi perhatian adalah dugaan korupsi dan praktik jual beli titik pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga melibatkan berbagai pihak dalam proses penentuan dan distribusi titik program.
HMI Cabang Tangerang menyoroti keterangan yang berkembang dari tersangka Sony Sanjaya, yang disebut mengklaim adanya tekanan dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh atau “nama besar” dalam perkara tersebut. Oleh karena itu, seluruh pihak yang namanya disebut maupun yang diduga memiliki keterkaitan harus diperiksa secara objektif dan transparan.
Pengusutan harus dilakukan secepat mungkin seiring berkembangnya fakta-fakta hukum dan keterangan para pihak yang telah diperiksa dalam proses penyidikan.
Pemeriksaan harus mencakup seluruh wilayah dan titik pelaksanaan MBG yang terindikasi menjadi objek praktik jual beli maupun penyimpangan anggaran.
Karena Program MBG merupakan program strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Dugaan korupsi dan jual beli titik tidak hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
HMI Cabang Tangerang meminta aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh, audit terhadap seluruh titik yang terindikasi bermasalah, penelusuran aliran dana, serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
Ketua Umum HMI Cabang Tangerang, M. Rhamadoni, menilai bahwa keterangan yang disampaikan tersangka harus dijadikan pintu masuk untuk mengungkap aktor-aktor lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Apabila benar terdapat pihak-pihak berpengaruh yang melakukan tekanan sebagaimana diklaim oleh tersangka Sony Sanjaya, maka aparat penegak hukum harus berani mengusutnya tanpa pandang bulu. Pengungkapan kasus ini harus dilakukan dari hulu hingga hilir, dari tingkat pusat sampai ke titik-titik yang terindikasi diperjualbelikan,” tegas Rhamadoni.
Lebih lanjut, HMI Cabang Tangerang juga mendorong agar aparat penegak hukum memberikan ruang dan perlindungan hukum apabila tersangka bersedia bekerja sama untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Kami mengawal proses penegakan hukum yang transparan dan mendorong agar setiap pihak yang memiliki informasi penting terkait kasus ini diberikan kesempatan untuk menjadi justice collaborator sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Dengan demikian, seluruh aktor yang terlibat dapat diungkap secara terang benderang demi tegaknya keadilan dan pemberantasan korupsi,” lanjutnya.
HMI Cabang Tangerang menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut serta mendukung langkah penegakan hukum yang profesional, independen, dan berorientasi pada pengungkapan fakta secara menyeluruh demi menjaga kepercayaan publik terhadap program-program yang menggunakan anggaran negara.(*/sul).



