Dedi Bin Darip Maju di Pilkades Kertarahayu: “Saya Terpanggil Mengabdi”

Dedi bin Darip menyatakan kesiapan maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, periode 2026-2034. Ia mengaku maju karena panggilan hati nurani dan dukungan masyarakat.

Setu, Koranpelita.co – Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mulai memasuki dinamika baru. Dedi bin Darip menyatakan diri siap maju sebagai Bakal Calon Kepala Desa Kertarahayu untuk periode 2026-2034.

Keputusan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Sebelum menyatakan diri maju, Dedi telah melalui berbagai tahapan, termasuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Kertarahayu.

Bagi sebagian warga, sosok Dedi bukanlah nama baru. Kiprahnya di tengah masyarakat telah lama dikenal. Selain aktif dalam Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan.

Pengalaman dalam menangani berbagai persoalan, termasuk permasalahan hukum, menjadi salah satu modal yang dinilai penting dalam menghadapi kompleksitas persoalan di tingkat desa.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan desa yang transparan, responsif, dan mampu memberikan pelayanan secara adil, pengalaman tersebut menjadi bekal tersendiri bagi Dedi untuk menawarkan gagasan kepemimpinan yang lebih terbuka.

“Saya merasa terpanggil untuk memajukan desa ini. Saya maju atas panggilan hati nurani dan panggilan diri, serta dukungan masyarakat untuk mengabdi delapan tahun ke depan,” ungkap Dedi.

BACA JUGA:  Polemik Musda Golkar Cianjur, Tujuh PK Soalkan Dugaan Maladministrasi dan Bentuk Tim Investigasi

Dedi menegaskan, langkahnya mengikuti kontestasi Pilkades bukan semata-mata didorong ambisi untuk menduduki jabatan kepala desa.

Menurutnya, keputusan tersebut lahir dari dorongan untuk mengabdikan diri dan ikut mengambil peran dalam pembangunan Desa Kertarahayu.

Dukungan dari keluarga besar, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda disebut menjadi energi tambahan bagi dirinya untuk maju dalam proses demokrasi di tingkat desa.

Namun, dukungan tersebut juga sekaligus menjadi tanggung jawab. Sebab, kepala desa bukan hanya pemimpin administratif, melainkan figur yang berhadapan langsung dengan berbagai persoalan masyarakat setiap hari.

Mulai dari pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, persoalan sosial, hingga pengelolaan anggaran desa, seluruhnya membutuhkan kepemimpinan yang mampu bekerja secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika dipercaya masyarakat untuk memimpin Desa Kertarahayu, Dedi menyatakan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.

Ia menilai, perbedaan dalam kontestasi politik desa tidak boleh menjadi alasan munculnya sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.

“Komitmen saya adalah menjadikan desa yang bersih, akuntabel, disiplin, dan sepenuhnya melayani masyarakat Kertarahayu dengan hati dan tangan terbuka,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hendra Tato Resmi Dilantik Jadi Ketua Ranting PP Desa Setiadarma

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ditawarkan Dedi kepada masyarakat. Ia ingin membangun pemerintahan desa yang tidak hanya bekerja berdasarkan prosedur administratif, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan warga.

Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat dilakukan oleh kepala desa seorang diri. Pemerintahan desa membutuhkan keterlibatan BPD, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, serta seluruh warga.

Semangat gotong royong, kata dia, harus tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.

Pilkades Kertarahayu periode 2026-2034 dipastikan bukan hanya menjadi arena perebutan suara. Lebih dari itu, kontestasi tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan desa selama delapan tahun ke depan.

Masyarakat tentu akan menilai bukan hanya dari popularitas calon, tetapi juga rekam jejak, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta gagasan yang ditawarkan.

Dedi sendiri menyadari bahwa niat baik tidak akan cukup tanpa dukungan masyarakat.

Karena itu, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Desa Kertarahayu dalam proses pencalonannya.

BACA JUGA:  Sopian, S.E. Calon Kades Tridayasakti Siapkan 11 Misi Besar, Dorong Desa Jadi Smart Village

“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Desa Kertarahayu. Mudah-mudahan niat baik ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun desa yang lebih baik,” katanya.

Dengan pengalaman di tengah masyarakat, keterlibatan dalam kelembagaan desa, serta dukungan dari berbagai elemen, langkah Dedi Bin Darip menuju bursa Bakal Calon Kepala Desa Kertarahayu kini menjadi salah satu dinamika yang menarik untuk dicermati.

Sebab, pada akhirnya, Pilkades bukan hanya tentang siapa yang paling banyak mendapat dukungan, tetapi juga tentang siapa yang mampu meyakinkan masyarakat bahwa dirinya siap bekerja, siap melayani, dan siap mempertanggungjawabkan amanah selama delapan tahun ke depan. (Dika).