KORANPELITA.CO – Suasana religius dan penuh hikmat mewarnai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-71 MI Miftahul Ulum Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, yang dirangkai dengan pelepasan siswa-siswi kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026, Demak, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang digelar di halaman madrasah tersebut berlangsung meriah melalui pengajian umum bersama KH Mahyan Ahmad dari Grobogan dan dihadiri Wakil Bupati Demak KH Muhammad Badrudin, jajaran Kementerian Agama, tokoh masyarakat, serta wali murid.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam Miftahul Huda Jogoloyo, Suharno, mengatakan peringatan tahun ini menjadi momen istimewa karena dua agenda besar digabung dalam satu rangkaian kegiatan.
“Selain memperingati Harlah ke-71, malam ini juga menjadi momen pelepasan siswa kelas VI. Tahun ini ada 31 siswa yang diwisuda,” ujarnya.
Menurut Suharno, MI Miftahul Ulum memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Berdiri sejak tahun 1955, madrasah tersebut kini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus bertahan dan berkembang di tengah banyaknya lembaga pendidikan di Desa Jogoloyo.
“Di Jogoloyo ada sekitar 18 lembaga pendidikan, tetapi MI Miftahul Ulum menjadi satu-satunya Madrasah Ibtidaiyah yang terus eksis hingga usia 71 tahun,” katanya.
Keunggulan utama yang terus dipertahankan, lanjutnya, adalah pendidikan berbasis Al-Qur’an. Setiap lulusan ditargetkan memiliki kemampuan dasar keagamaan yang kuat.
“Anak-anak lulusan dari sini minimal hafal Juz 30. Selain itu mereka juga dibiasakan dengan khataman Al-Qur’an sebagai bagian dari pembentukan karakter,” tambahnya.
Saat ini jumlah peserta didik MI Miftahul Ulum mencapai sekitar 243 siswa dari kelas I hingga VI. Di bidang prestasi, sekolah juga aktif mengikuti berbagai ajang kompetisi mulai dari Calistung tingkat kabupaten, Olimpiade Sains Nasional (OSN), hingga Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Sementara itu, Kepala MI Miftahul Ulum, Istifadah, menegaskan bahwa Harlah tahun ini mengusung semangat untuk membawa madrasah semakin maju dan dikenal masyarakat luas.
Tema yang diangkat adalah “MI Semakin Berprestasi, Semakin Maju, dan Semakin Dikenal”.
Menurutnya, berbeda dengan tahun sebelumnya yang diisi kegiatan hiburan dan pramuka, kali ini pihak sekolah memilih konsep pengajian akbar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan nilai spiritual.
Ke depan, pihak sekolah juga memiliki rencana mengembangkan sistem pendidikan berbasis boarding school karena dinilai memiliki lokasi yang strategis untuk mendukung pengembangan lembaga.
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Demak KH Muhammad Badrudin menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang MI Miftahul Ulum dalam membangun pendidikan.
Ia berharap usia ke-71 menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keimanan yang kuat.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Madrasah hadir untuk membentuk anak-anak yang cerdas, berkarakter, dan beriman,” katanya.
Dengan usia yang telah melampaui tujuh dekade, MI Miftahul Ulum Jogoloyo terus meneguhkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berupaya menyiapkan generasi Qurani sekaligus adaptif menghadapi perkembangan zaman. (Nungky)



