Personel Koramil 09/ Mauk Hadiri Tanam Jagung Hibrida BUMDes Rancalabuh

Kodam Jaya,koranpelita.co – Program penanaman jagung hibrida mulai dijalankan di Kampung Rancalabuh, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dikawal oleh personel Koramil 09/Mauk Kodim 0510/Tigaraksa bersama pemerintah kecamatan dan aparat kepolisian.

‎‎Lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi digunakan untuk pengembangan jagung hibrida yang dikelola BUMDes Gabusan Jaya bersama kelompok tani setempat.

‎‎Kegiatan penanaman dilaksanakan di wilayah RT 002 RW 001 Kampung Rancalabuh. Aparat teritorial TNI terlihat mendampingi proses ceremonial tanam bersama unsur pemerintah desa dan petani.

‎Serka A Kosim mewakili  Danramil 09/Mauk menghadiri  penanaman jagung yang dihadiri  Camat Kemiri Rudi HK, Kapolsek Mauk yang diwakili Aiptu Asep Saepul, Kepala Desa Rancalabuh A Nawadir, hingga unsur kelompok tani dan pendamping desa.

BACA JUGA:  Masa Jabatan Kapolri, Pimpinan Komisi III DPR RI Jangan Mendua

‎‎Program tersebut dijalankan melalui BUMDes Gabusan Jaya dengan dukungan bibit jagung hibrida yang disiapkan pengelola BUMDes.

Ketua BUMDes Maeyudin menyebut,  lahan yang digunakan merupakan milik warga bernama Hernata dan diproyeksikan menjadi area pengembangan pertanian produktif desa.

‎‎Di lapangan, kelompok tani ikut dilibatkan sejak tahap persiapan lahan. Bahrudin selaku perwakilan Poktan Gabusan Jaya bersama Gapoktan Maju Bersama turut mengawal proses penanaman agar berjalan sesuai target musim tanam.

‎‎Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan wilayah dan pendampingan program ketahanan pangan. Belakangan, pola pendampingan aparat teritorial terhadap sektor pertanian semakin terlihat di sejumlah daerah, terutama untuk menjaga produktivitas pangan masyarakat desa.

BACA JUGA:  Polsek Babelan Perkuat Kamtibmas Jelang Pemilihan BPD

‎‎Selain aparat desa dan petani, kegiatan itu dihadiri unsur BPP Tegal Kunir, perangkat desa, hingga pengurus RT dan RW setempat. Suasana berlangsung relatif kondusif tanpa kendala berarti selama proses penanaman berlangsung.

‎‎Kegiatan selesai sekitar pukul 10.00 WIB. Hingga siang hari, sebagian petani masih terlihat berada di area lahan untuk memastikan proses tanam awal berjalan baik sebelum memasuki tahap perawatan tanaman dalam beberapa pekan ke depan.

‎‎Di tengah dorongan penguatan ketahanan pangan nasional, program berbasis desa seperti ini mulai banyak dikembangkan di wilayah penyangga Kabupaten Tangerang. Aparat kewilayahan pun tampak tetap aktif mendampingi agar program berjalan berkelanjutan di tingkat petani.(Kodim 0510/Trs/sul).

BACA JUGA:  Polda Banten Gelar Tes Jasmani Calon Taruna Akpol Tahun 2026