
KORANPELITA.CO – Sebagai upaya penguatan kelembagaan, kaderisasi serta pemberdayaan ekonomi umat, PC Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Demak bersama Yayasan Harokah Ahlussunah Waljamaah (Yahana) resmi memulai pembangunan Gedung Harokah Center dengan prosesi peletakan batu pertama di Kelurahan Mangunjiwan Demak, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).
Ketua PC IKA-PMII Demak, Hasan Hamid, menyampaikan bahwa pembangunan Harokah Center merupakan bentuk komitmen nyata para alumni dalam memberikan kontribusi bagi organisasi dan masyarakat luas.
“Lahan yang digunakan seluas lima kapling, yang seluruhnya dibeli dari swadaya para kader alumni PMII Demak tanpa hutang. Ini adalah bukti bahwa semangat gotong royong dan keikhlasan masih menjadi ruh perjuangan kami,” ujarnya.
Hasan menjelaskan, gedung Harokah Center tersebut rencananya akan dibangun tiga lantai yang nantinya difungsikan sebagai kantor, aula, unit usaha, serta fasilitas umum lainnya.
“Untuk tahap awal, pembangunan difokuskan pada lantai pertama dengan target penyelesaian dalam kurun waktu satu tahun,” ucapnya.
“Harapan kami, gedung ini bisa menjadi pusat aktivitas kader, tempat pengembangan ide, sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi. Kami juga membuka ruang partisipasi semua pihak untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan ini,” tambahnya.
Hasan juga menegaskan bahwa Yahana sebagai pengelola Harokah Center merupakan yayasan yang didirikan oleh IKA-PMII, sehingga keberadaannya tidak terlepas dari nilai-nilai dan semangat perjuangan organisasi.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung khidmat dengan diawali tahlil yang dipimpin Ketua Yahana, Bambang Setya Budi, serta doa oleh KH Abdullah Zaeni selaku Wakil Ketua PCNU Demak. Kegiatan tersebut turut dihadiri para kader dan alumni IKA-PMII, yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh kebersamaan.
Pembangunan Harokah Center diharapkan menjadi simbol kebangkitan dan soliditas kader PMII di Demak, sekaligus menjadi pusat gerakan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun ekonomi. (Nungki)


