Kota Bekasi, Koranpelita.co – Transisi menuju energi bersih di Kota Bekasi memasuki babak baru. Pemerintah Kota Bekasi bersama PT PLN (Persero) resmi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging berkapasitas besar di kawasan parkir barat Summarecon Mall Bekasi, Rabu (01/04/2026).
Peresmian yang dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sinyal kuat percepatan adopsi kendaraan listrik di wilayah perkotaan penyangga ibu kota tersebut.
Dengan kapasitas mencapai 2,7 Mega Volt Ampere (MVA)—tergolong besar dalam jaringan SPKLU nasional—fasilitas ini dirancang untuk memangkas waktu pengisian daya secara signifikan. Artinya, pengguna kendaraan listrik kini tak lagi dihadapkan pada kendala waktu tunggu yang lama, salah satu hambatan utama migrasi dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Langkah ini dinilai strategis di tengah meningkatnya urgensi penanganan perubahan iklim dan tekanan terhadap kualitas udara di kawasan urban seperti Bekasi.
Sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan turut hadir, mulai dari jajaran PT PLN (Persero), pengelola Summarecon Mall Bekasi, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Kehadiran mereka menegaskan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Wakil Wali Kota Bekasi dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan SPKLU ini merupakan langkah konkret, bukan sekadar wacana transisi energi.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi komitmen nyata mengurangi emisi karbon dan menjawab kebutuhan transportasi masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, ketersediaan infrastruktur seperti SPKLU menjadi faktor kunci agar masyarakat berani beralih.
“Kalau infrastrukturnya siap, masyarakat tidak ragu lagi. Ini momentum perubahan,” tambahnya.
Dari sisi operator, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa pembangunan SPKLU akan terus diperluas secara masif di berbagai daerah. Langkah ini sejalan dengan target nasional dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi—dari hulu hingga hilir.
Pengamat menilai, keberadaan SPKLU berkapasitas besar di pusat aktivitas publik seperti pusat perbelanjaan merupakan strategi efektif. Selain meningkatkan visibilitas kendaraan listrik, juga mendorong perubahan perilaku masyarakat secara bertahap.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Harga kendaraan listrik yang relatif tinggi serta literasi masyarakat yang belum merata menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersamaan dengan pembangunan infrastruktur.
Dengan hadirnya SPKLU Ultra Fast Charging ini, Kota Bekasi tidak hanya mengikuti tren, tetapi mulai memposisikan diri sebagai bagian dari kota-kota yang serius menuju era mobilitas rendah emisi.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta akan menjadi penentu apakah transformasi ini sekadar simbol, atau benar-benar menjadi solusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat. (D nu).



