Bekasi di Jalur Mudik: Menata Lalu Lintas Jutaan Orang

Ribuan personel gabungan mengikuti apel kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Bekasi, Koranpelita.co – Kepolisian Resor Metro Bekasi resmi memulai kesiapan pengamanan arus mudik Lebaran melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Lapangan Promoter Polres Metro Bekasi, Kabupaten Bekasi.

Apel tersebut menjadi penanda dimulainya operasi pengamanan terpadu yang melibatkan berbagai unsur lintas sektoral guna memastikan perjalanan mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman dan tertib.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, apel gelar pasukan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana sebelum operasi dimulai.

“Apel ini menjadi bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana prasarana, sekaligus wujud sinergi lintas sektor agar Operasi Ketupat 2026 dapat berjalan optimal,” ujar Sumarni dalam amanatnya.

Menurutnya, keberhasilan pengamanan Lebaran tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga pada koordinasi kuat antara berbagai lembaga dan instansi.

Apel gelar pasukan diikuti berbagai unsur, mulai dari DPRD Kabupaten Bekasi, TNI, Satpol PP, BPBD, Dinas Perhubungan, Pokdarkamtibmas, Pramuka hingga sejumlah stakeholder lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Dalam Operasi Ketupat 2026 secara nasional, Polri bersama TNI dan instansi terkait mengerahkan 161.243 personel gabungan yang akan bertugas selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi ini difokuskan pada pengamanan jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek wisata yang diprediksi dipadati masyarakat saat libur Lebaran.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.

Jumlah tersebut memang sedikit menurun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang, namun mobilitas masyarakat di lapangan tetap diprediksi tinggi.

Karena itu, aparat kepolisian tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun kemacetan di jalur mudik.

“Walaupun secara angka ada penurunan, dinamika di lapangan tetap harus diantisipasi secara maksimal,” kata Sumarni.

Khusus di wilayah Kabupaten Bekasi, Polres Metro Bekasi telah menyiapkan 10 posko pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Posko tersebut terdiri dari:

  • Pos Pelayanan
  • Pos Pengamanan
  • Pos Terpadu

Pos-pos ini akan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat sekaligus titik koordinasi petugas dalam memantau situasi lalu lintas dan keamanan selama masa mudik dan arus balik.

Selain itu, sebanyak 1.283 personel gabungan disiagakan di wilayah Kabupaten Bekasi untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat 2026.

“Kami bersama personel gabungan siap memberikan rasa aman, nyaman, dan kemudahan bagi masyarakat, khususnya para pemudik,” tegas Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat yang akan mudik agar tidak mengabaikan keamanan rumah dan kendaraan yang ditinggalkan.

Ia menyarankan warga memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, seperti mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan, mengunci pintu dan jendela, serta melapor kepada pengurus lingkungan.

Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, kepolisian juga membuka fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi, baik di Polres maupun Polsek.

“Bagi masyarakat yang ingin menitipkan kendaraan selama mudik, bisa memanfaatkan fasilitas di kantor polisi agar lebih aman,” pungkasnya.

Dengan pengamanan terpadu ini, Polres Metro Bekasi berharap arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, serta memberikan kenyamanan bagi jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan pulang kampung. (D.Z).