Kota Bekasi, Koaranpelita.co — Kondisi memprihatinkan di Jalan Caringin, Kelurahan Mustikasari, akhirnya mendapat respons langsung dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Minggu (22/2/2026). Infrastruktur yang lama dikeluhkan warga itu kini menjadi sorotan serius pemerintah daerah.
Di sejumlah titik, badan jalan tampak berlubang dalam dan digenangi air. Drainase yang tidak berfungsi optimal membuat genangan bertahan lama, mempercepat kerusakan aspal dan membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Warga menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung lama, namun semakin memburuk akibat lalu lintas kendaraan bertonase besar.
Tri tak menutupi kekecewaannya saat melihat langsung kondisi di lapangan. Ia menegaskan, persoalan ini bukan semata kerusakan fisik, melainkan menyangkut keselamatan publik.
“Kalau terus dibiarkan, ini bukan sekadar jalan rusak. Ini soal keselamatan warga. Saya tidak ingin ada korban karena pembiaran,” tegasnya.
Dalam peninjauan itu, Tri secara khusus menyoroti kendaraan berat yang kerap melintasi jalur tersebut. Menurutnya, kelas jalan kota memiliki batas daya dukung yang jelas. Pelanggaran terhadap ketentuan tonase dinilai menjadi faktor utama percepatan kerusakan.
Ia menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pengawasan dan penindakan terhadap kendaraan overtonase.
“Jalan kota punya kapasitas. Kalau dipaksa dilintasi truk besar terus-menerus, yang dirugikan masyarakat. Kita akan tindak tegas,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mencegah siklus kerusakan berulang yang selama ini hanya berujung pada tambal sulam tanpa solusi jangka panjang.
Tak hanya fokus pada permukaan jalan, Tri juga meminta pembenahan menyeluruh, termasuk perbaikan struktur dasar jalan dan normalisasi saluran air. Ia menegaskan, perbaikan tidak boleh dilakukan setengah hati.
Perbaikan komprehensif dinilai menjadi satu-satunya cara untuk memastikan Jalan Caringin kembali aman dan nyaman dilalui, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.
Kehadiran langsung wali kota di lokasi menjadi pesan tegas bahwa pengelolaan infrastruktur harus responsif terhadap keluhan publik. Pemerintah daerah diminta bergerak cepat, terukur, dan transparan agar persoalan klasik jalan rusak tak terus berulang. (Hrs).
- Pisah Sambut Dandim 0509, Plt Bupati Bekasi Tekankan Sinergi - 05/09/2026
- 13 Provinsi Ikut GWIS Open 2026 di Kabupaten Bekasi - 05/09/2026
- Youth Summit Interfaith Perkuat Toleransi di Bekasi - 05/09/2026



