Koranpelita.co, Kabupaten Bekasi – Pemerintah Desa Muktijaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, secara resmi merumuskan arah pembangunan untuk tahun mendatang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes 2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Desa Muktijaya pada Kamis (15/1/2026).
Kepala Desa Muktijaya, Runi Nuraeni, menegaskan bahwa fokus utama usulan tahun ini adalah peningkatan sarana prasarana, terutama pada akses jalan utama desa yang kondisinya kian mendesak untuk diperbaiki.
Satu dari sekian usulan prioritas dalam Musrenbangdes 2026 ini adalah pembangunan turap di area rawan, khususnya di wilayah Kampung Lebaksiu. Runi menjelaskan bahwa kondisi geografis jalan yang berbatasan langsung dengan persawahan berisiko tinggi bagi keselamatan warga.
“Kebutuhan paling mendesak adalah turap di Kampung Lebaksiu. Kondisi tanah di sana cukup tinggi dan tidak ada penahan alami. Hal ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat kendaraan saling berpapasan di jalan yang sempit,” ujar Runi setelah acara usai.
Harapan untuk Pemerataan Pembangunan di Pelosok Mengingat lokasi Desa Muktijaya yang berada di perbatasan antara Kabupaten Bekasi dan Bogor, pihak pemerintah desa berharap adanya atensi lebih dari Bappeda maupun Pemerintah Kabupaten Bekasi. Runi mencatat bahwa pada tahun sebelumnya, hanya proyek jembatan yang berhasil direalisasikan.
“Sebagai wilayah pelosok, kami seringkali mendapatkan porsi pembangunan yang terbatas. Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian ekstra agar usulan dari aspirasi masyarakat bawah ini bisa segera diwujudkan,” tambahnya.
Seluruh usulan yang masuk dalam rencana Musrenbangdes 2026 ini merupakan hasil penyerapan aspirasi warga mulai dari tingkat dusun. Pemerintah desa berharap usulan infrastruktur jalan dan penahan tanah ini dapat disetujui guna meningkatkan keamanan dan mobilitas ekonomi warga desa.



