Anniversary ke-20 Om Iki dan Tante Dian, Mamih Cicih Titip Doa dan Harapan untuk Keluarga

Kehangatan keluarga mengiringi doa untuk Om Iki, Tante Dian, dan keempat anak mereka.

Bekasi, Koranpelita.co — Perjalanan pernikahan dua dekade lebih menjadi bukti bahwa rumah tangga dibangun melalui komitmen jangka panjang.

Hal itu tercermin dalam perayaan anniversary pernikahan ke-20 Om Iki dan Tante Dian, yang berlangsung penuh kehangatan bersama keluarga besar.

Om Iki dan Tante Dian.

Di usia pernikahan yang ke-20, Om Iki menyampaikan bahwa mempertahankan rumah tangga membutuhkan kesadaran untuk terus belajar dan berproses bersama.

Menurutnya, komunikasi dan keikhlasan untuk saling memahami menjadi fondasi utama yang menjaga keutuhan keluarga.

“Perjalanan 20 tahun ini mengajarkan kami untuk tidak mudah menyerah. Rumah tangga itu tentang belajar saling menguatkan, terutama demi anak-anak,” ujar Om Iki.

Tante Dian menambahkan, dinamika rumah tangga yang mereka jalani tidak selalu berjalan mulus. Namun, ia menegaskan bahwa kesetiaan dan kepercayaan menjadi nilai yang terus dijaga hingga hari ini.

BACA JUGA:  Sepakat Berdamai, PTPN Setujui Restorative Justice Kakek Mujiran

“Kami berusaha menjadikan rumah sebagai tempat pulang yang aman dan hangat, bukan hanya untuk kami berdua, tetapi juga untuk anak-anak,” kata Tante Dian.

Momen anniversary ini terasa semakin bermakna dengan kehadiran Mamih Cicih, yang merupakan orang tua dari Tante Dian dan Om Iki. Sebagai orang tua, Mamih Cicih menyampaikan rasa syukur atas perjalanan rumah tangga anak-anaknya yang mampu bertahan dan tumbuh hingga 20 tahun.

“Sebagai orang tua, saya hanya bisa bersyukur. Pernikahan bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang kesabaran dan saling menjaga,” tutur Mamih Cicih.

Dalam kesempatan tersebut, Mamih Cicih juga menyampaikan doa dan harapan bagi Om Iki dan Tante Dian, agar rumah tangga yang telah dibangun tetap diliputi keberkahan, kesehatan, dan ketenangan.

BACA JUGA:  Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

“Saya berdoa semoga Om Iki dan Tante Dian selalu diberi kesehatan, rezeki yang cukup, serta hati yang lapang untuk saling memaafkan dan menguatkan,” ujarnya.

Tak hanya untuk pasangan tersebut, Mamih Cicih turut menitipkan doa khusus bagi keempat anak Om Iki dan Tante Dian, agar tumbuh menjadi pribadi yang berbakti, saling menyayangi, dan membawa kebanggaan bagi keluarga.

“Semoga keempat anaknya menjadi anak-anak yang soleh dan solehah, berakhlak baik, diberi masa depan yang cerah, serta selalu rukun satu sama lain,” tambah Mamih Cicih.

Di tengah realitas sosial yang menunjukkan banyaknya tantangan dalam membangun keluarga, kisah 20 tahun pernikahan Om Iki dan Tante Dian menjadi potret keteguhan dan keteladanan.

BACA JUGA:  Produksi Sawit Nasional Stagnan, PalmCo Genjot Transformasi Kebun Rakyat

Perayaan ini bukan sekadar penanda usia pernikahan, melainkan refleksi perjalanan panjang tentang cinta yang dirawat, keluarga yang dijaga, dan nilai-nilai yang diwariskan kepada anak-anak. (Dodo.Z).