Konferensi Pers WNA Rohingya di Imigrasi Kuala Tungkal Diduga Tidak Terbuka

Tanjabbarat,koranpelita.co – Kantor Imigrasi Kelas IIB Kuala Tungkal kembali menjadi sorotan setelah kegiatan konferensi pers terkait penanganan Warga Negara Asing (WNA) etnis Rohingya pada Kamis (4/12/25) disebut-sebut tidak dilakukan secara terbuka. Sejumlah jurnalis mengaku tidak menerima informasi resmi mengenai agenda tersebut.

Acara yang berlangsung di kantor Imigrasi Kuala Tungkal di Kelurahan Tungkal II itu semestinya menjadi kesempatan bagi media untuk memperoleh penjelasan menyeluruh mengenai proses penanganan WNA Rohingya di wilayah Tanjung Jabung Barat. Namun, hanya beberapa pihak tertentu yang tampak hadir dalam kegiatan tersebut, sehingga menimbulkan dugaan adanya penyampaian informasi yang tidak merata.

Beberapa pekerja media menyayangkan sikap pihak imigrasi, terutama karena belakangan komunikasi dengan humas instansi tersebut dinilai kurang responsif. Di beberapa kesempatan, permintaan data dan klarifikasi mengenai aktivitas imigrasi disebut tidak segera ditanggapi.

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid

Situasi ini diperparah dengan temuan sebelumnya, ketika proses penindakan terhadap WNA Rohingya di lapangan juga tidak diumumkan secara terbuka. Kondisi tersebut semakin menguatkan persepsi publik akan kurangnya transparansi dalam kasus yang sedang menjadi perhatian banyak pihak ini.

Humas Imigrasi Kuala Tungkal, Mursalim, memberikan keterangan bahwa pihaknya telah menyebarkan undangan kepada sejumlah media. Ia menyebut ada sekitar 15 jurnalis yang hadir. Namun, ia juga mengakui tidak sempat menghubungi seluruh wartawan. Pernyataan yang saling beririsan ini kemudian memunculkan interpretasi beragam mengenai pelaksanaan konferensi pers tersebut.

Hingga kini, alasan mengapa kegiatan tersebut berlangsung dengan akses terbatas belum dijelaskan secara detail. Banyak pihak berharap Imigrasi Kuala Tungkal membuka komunikasi yang lebih inklusif dan memberikan penjelasan menyeluruh agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.(*/).

BACA JUGA:  PTPN IV Regional IV Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid