KORANPELITA.CO – Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK RI) wilayah Jawa Tengah, Basri Budi Utomo, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan korupsi dan persaingan bisnis yang melibatkan beberapa pihak di Kota Tegal. Klarifikasi ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Warung Makan Toyo, Jl. Ahmad Yani, Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu (9/11/2025).
Basri menjelaskan bahwa kehadirannya di Tegal bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar dan memberikan pendampingan hukum kepada Rumah Sakit Kardinah. Ia membantah tudingan bahwa dirinya adalah orang asing di kota ini dan tidak pernah meminta proyek apapun.
“Saya di Tegal ini bukan orang asing. Saya kenal banyak orang di sini. Apa saya pernah minta proyek? Tidak pernah,” tegasnya.
Menanggapi isu korupsi, Basri menyatakan siap mendukung pelaporan jika terbukti ada tindak pidana korupsi. Namun, ia menilai bahwa yang terjadi saat ini lebih merupakan kekecewaan dari pelapor, Suprianto alias Jipri, terkait proyek-proyek yang belum selesai.
Basri juga menyoroti dugaan keterlibatan Jipri dalam persaingan bisnis yang tidak sehat, termasuk upayanya untuk menjadi “wasit” sekaligus “pemain” dalam proyek-proyek di Kota Tegal. Ia mengkritik tindakan Jipri yang mencari-cari kesalahan orang lain karena merasa kecewa tidak mendapatkan pekerjaan.
Lebih lanjut, Basri mengungkapkan adanya komunikasi antara Jipri dengan ketua dewan terkait proyek-proyek tertentu. Ia mengklaim memiliki data-data yang mendukung pernyataannya tersebut, termasuk tangkapan layar percakapan antara Jipri dengan pejabat terkait.
Terkait kerjasama pengelolaan parkir di Rumah Sakit Kardinah, Basri menjelaskan bahwa kerjasama tersebut saling menguntungkan. Pihak pengelola parkir memberikan kontribusi sebesar 35 juta rupiah per bulan yang langsung disetorkan ke kas rumah sakit.
Menanggapi tuduhan bahwa CV Curtina Prasara tidak memiliki legal standing, Basri menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa CV Curtina Prasara memiliki dasar hukum yang kuat dan kasus perdata terkait hal ini bahkan sudah sampai kasasi.
Di akhir konferensi pers, Basri berharap agar Kota Tegal dapat berjalan lancar tanpa adanya tekanan-tekanan atau komunikasi yang tidak sehat. Ia juga mengingatkan agar pejabat tidak mudah tergiur dengan tawaran proyek dari pihak-pihak tertentu.
“Biarlah di Kota Tegal ini berjalan lancar. Jangan ada lagi komunikasi seperti itu, tekanan-tekanan seperti itu,” pungkasnya.(her)



