Bekasi, koranpelita.co – Sebagai bentuk tanggung jawab wilayah di tingkat kecamatan, Camat Cikarang Barat, Drs. Lukman Hakim, AP, MM, mendorong pelaksanaan program Makanan Bergizi dan Beragam (MBG) yang aman dan berkualitas tinggi bagi peserta didik di wilayahnya.
Komitmen ini disampaikannya meninjau langsung proses pembagian MBG di sejumlah sekolah, Jumat (25/10/2025). Lukman menyatakan dukungan penuhnya terhadap program pemerintah pusat ini sebagai salah satu langkah strategis menuju Generasi Indonesia Emas 2045.
Namun, dirinya menekankan bahwa pelaksanaan di lapangan harus mendapat perhatian lebih, khususnya dalam hal jaminan kualitas bahan makanan dan keamanan proses pengolahannya.
Kekhawatiran ini disampaikan Lukman untuk mencegah terjadinya insiden keracunan makanan pada anak-anak sekolah, seperti yang pernah terjadi di beberapa daerah lainnya.
“Kita semua mendukung tujuan mulia program ini. Namun, yang tidak boleh lengah adalah aspek keamanannya. Saya tidak ingin ada satu pun anak didik kita di Cikarang Barat yang mengalami gangguan kesehatan akibat makanan yang seharusnya menyehatkan,” tegas Lukman dalam keterangannya.
Respons positif datang dari satu penerima manfaat. Alisyya, seorang siswa SMKN 2 Cikarang Barat, mengaku sangat antusias dengan program ini.
“Sudah dua minggu kami menerima makanan ini setiap pagi jam 7. Makanannya enak dan setiap hari menunya berbeda, ada susu, sayuran, dan buah-bahan. Apalagi kalau setiap Jumat, menunya selalu enak sekali,” ujar Alisyya dengan senyum.
Antusiasme dari siswa seperti Alisyya inilah yang menurut Camat Lukman harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar dari pihak pengelola.
Melalui makanan bergizi seimbang yang disediakan secara teratur, diharapkan anak-anak dapat tumbuh optimal dan terhindar dari masalah gizi kronis.
Menanggapi hal tersebut, Lukman Hakim berpesan keras kepada para pengelola dapur MBG dan pihak-pihak terkait untuk menjadikan aspek higienitas dan keamanan pangan sebagai prioritas utama.
“Kepada para pengelola dapur, saya minta proses dari pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian harus mengikuti standar keamanan pangan yang ketat. Kualitas makanan dan keamanannya harus benar-benar terjamin. Ini adalah amanah untuk masa depan anak-anak kita,” pungkasnya. (Hrs).



