BKPSDM Bekasi Minta ASN Perbarui Data Kepegawaian

Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja meninjau langsung progres normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendungan Kedung Gede (BKG) 15, 17, 20 dan 30 di Kecamatan Pebayuran.

Bekasi, koranpelita.co — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bekasi, Ani Gustini, mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus memastikan data kepegawaian di masing-masing perangkat daerah terus diperbarui.

Hal tersebut disampaikan Ani Gustini saat memberikan amanat pada Apel Pagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang berlangsung di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (28/9/2026).

Ani Gustini mengatakan, apel pagi yang dilaksanakan setiap Senin merupakan bagian dari kedisiplinan sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia mengapresiasi para ASN yang hadir mengikuti apel pagi dan mengajak seluruh pegawai yang masih berhalangan untuk dapat meningkatkan kehadirannya pada pelaksanaan apel berikutnya.

“Alhamdulillah hari ini kita masih bisa melaksanakan apel. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan-karyawati yang masih bisa menyempatkan waktu mengikuti apel pagi,” ujar Ani Gustini.

BACA JUGA:  Menteri PU Tinjau Irigasi Sawah Pebayuran

Menurutnya, pelaksanaan apel tidak hanya berkaitan dengan kehadiran, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjalankan kedisiplinan sebagai ASN.

Selain kedisiplinan, Ani menjelaskan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Ia menjelaskan, pemetaan awal manajemen talenta yang telah diluncurkan pada 17 September 2026 tersebut masih menggunakan data yang disampaikan oleh masing-masing ASN melalui aplikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Karena itu, posisi ASN dalam masing-masing box pada pemetaan manajemen talenta belum bersifat final. Data tersebut masih akan melalui proses verifikasi oleh BKN maupun BKPSDM Kabupaten Bekasi.

“Box itu merupakan data awal yang disampaikan oleh Bapak-Ibu sendiri melalui aplikasi BKN. Namun, data tersebut masih perlu diverifikasi oleh BKN maupun BKPSDM,” katanya.

Ani menjelaskan, hasil verifikasi nantinya dapat menyebabkan perubahan posisi ASN dalam pemetaan manajemen talenta. ASN yang saat ini berada pada box tertentu masih berpeluang mengalami perubahan setelah seluruh data diverifikasi.

BACA JUGA:  Menteri PU Tinjau Irigasi Sawah Pebayuran

“Bisa saja yang sekarang berada di box 9, 8 atau 7, setelah diverifikasi mengalami perubahan. Jadi ini masih merupakan data awal,” jelasnya.

Untuk mendukung akurasi data tersebut, Ani juga meminta seluruh kepala perangkat daerah melalui urusan kepegawaian masing-masing untuk segera melakukan pembaruan data ASN.

Menurutnya, kelengkapan dan akurasi data kepegawaian menjadi hal penting karena akan digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi kepegawaian, mulai dari kenaikan pangkat hingga proses pensiun.

“Mohon kepada Kepala SKPD melalui kepegawaian masing-masing untuk segera meng-update data kepegawaian. Ini sangat penting karena data tersebut dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti pensiun, kenaikan pangkat dan lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ani Gustini turut menyoroti realisasi kegiatan perangkat daerah. Berdasarkan data yang diterima hingga 14 September 2026, realisasi kegiatan baru mencapai sekitar 47 persen.

BACA JUGA:  Menteri PU Tinjau Irigasi Sawah Pebayuran

Dengan waktu pelaksanaan anggaran 2026 yang semakin terbatas, ia meminta setiap perangkat daerah mencermati capaian tersebut dan segera mengetahui kendala yang menyebabkan realisasi kegiatan belum optimal.

“Ini tinggal beberapa bulan lagi di tahun 2026. Tolong kepada SKPD untuk melihat kembali apa yang menjadi alasan atau kendalanya,” kata Ani Gustini.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat mempercepat pelaksanaan kegiatan sesuai perencanaan, sehingga target kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi pada akhir tahun dapat tercapai secara optimal. (D nu)..