
Bekasi, koranpelita.co – Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) kembali digaungkan di Kota Bekasi. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan BKKBN bersama Anggota Komisi IX DPR RI menggelar sosialisasi di Kecamatan Rawa Lumbu, dengan semangat mempercepat terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, berdaya, dan bebas stunting.

Tak sekadar tentang kontrasepsi, Bangga Kencana kini hadir sebagai program komprehensif yang menyoroti seluruh siklus kehidupan keluarga – mulai dari anak-anak hingga lansia – dengan pendekatan inklusif dan berkelanjutan.
Lima Quick Win BKKBN untuk Revolusi Keluarga
BKKBN memperkenalkan lima program percepatan (quick win) yang dirancang untuk memberikan dampak nyata dalam waktu singkat:
- 1. Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING)
- 2. Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA)
- 3. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI)
- 4. Lansia Berdaya (SIDAYA)
- 5. SuperApps Keluarga Berbasis AI
Kelima inisiatif ini berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan fungsi keluarga dan nilai-nilai keteladanan lintas generasi.
Ranny Fahd A. Rafiq: Pencegahan Stunting Dimulai dari Rumah
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd A. Rafiq, yang hadir secara daring, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat pencegahan stunting dan memperkuat ketahanan keluarga.
“Pencegahan stunting bisa dimulai dengan pola hidup bersih, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan menjaga lingkungan sehat. Semua berawal dari keluarga,” ujar Ranny, Kamis (23/10/2025).
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti sosialisasi tersebut, sebagai bukti meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya pembangunan keluarga berkualitas.
BKKBN Dorong Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak
Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Irfan Haniful Qoyyim, S.Sos, menyoroti persoalan “fatherless society” atau minimnya keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak di Indonesia.
“Program GATI hadir untuk mengubah paradigma. Ayah bukan sekadar pencari nafkah, tapi juga pendidik pertama bagi anak sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan,” tegas Irfan.
Menurutnya, pendekatan holistik melalui Bangga Kencana dan lima program unggulan tersebut akan menjadi kunci dalam membangun keluarga sehat dan produktif.
Kolaborasi untuk Masa Depan
Sosialisasi ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah, seperti Ibu Adelia (Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi), Lurah Pengasinan, dan Ibu Writingsih dari IpeKB Kota Bekasi.
Mereka sepakat bahwa upaya membangun keluarga tangguh tidak dapat berjalan sendiri – perlu sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
Dengan semangat kolaboratif ini, Bekasi diharapkan menjadi contoh nyata penerapan Bangga Kencana sebagai gerakan nasional untuk keluarga berkualitas dan masa depan Indonesia yang bebas stunting. (Dwi).


