Kondisi Ekonomi Makin Berat, Rombak Kabinet Harus Bisa Memuaskan

KORANPELITA.CO – Presiden Prabowo Subianto akhirnya melakukan reshuffle kabinet dengan melantik para menteri barunya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Disampaikan, ada empat menteri dan seorang wakil menteri yang dilantik sore ini.

‎Adapun menteri-menteri yang dilantik adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani.

‎Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, menggantikan Abdul Kadir Karding. Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi menggantikan Budi Arie.

‎Dan untuk kementerian baru, diangkat Mochamadd Irfan Yuusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah dan Dahnil Anzar Simanjuntak selaku wakilnya.

‎Terkait pelantikan Menteri Keuangan yang baru Purbaya Yudhi Sadewa mendapat respon dari masyarakat terutama pakar ekonomi dan kebijakan publik.

‎Ekonom Ferry Latuhihin menyampaikan kondisi ekonomi Indonesia makin berat akan semakin berat kedepannya. Ia meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akakn mulai negative di kuartal tiga tahun depan.

BACA JUGA:  Denny Caknan Guncang Lapangan Pemkab Tegal di Hari Jadi ke-425, Ribuan Warga Terhibur 

‎“Kuncinya ada di APBN. Dengan Debt Service Ratio (DSR) 23,9 persen, pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak yang turun drastis, pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang ultra-populis dan kontra produktif macam MBG dan KMP, seharusnya posisi menkeu diberikan pada orang yang lebih paham kebijakan fiskal,” kata Ferry, Senin (8/9/2025).

‎”Kondisi ekonomi makin berat. Saya ramalkan pertumbuhan ekonomi kita mulai negatif di kuartal tiga tahun depan. Purbaya bukan orang yang tepat. Saya khawatir respon pasar akan terus negatif dan rupiah melemah terhadap dollar Amerika,” tambahnya lagi.

‎”Purbaya type ABS (Asal Bapak Senang). Walaupun dia doktor dalam bidang ekonomi, dari statement-statemantnya bisa disimpulkan dia sama sekali tidak paham masalah ekonomi. Studinya pun tidak linear. Basisnya adalah teknik di ITB, saya khawatir dia tidak memahami ekonomi dengan baik,” tuturnya.

BACA JUGA:  Camat Cikarang Barat Ucapkan Selamat kepada Anggota BPD Terpilih, Ajak Semua Kandidat Tetap Bersinergi Bangun Desa

‎Sementara itu Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman khawatir pengangkatan Purbaya Yudhi Sadewa belum bisa membawa perubahan ekonomi Indonesia yang signifikan.

‎”Itu yang kita takutkan, pengangkatan dia tak akan membawa perubahan ke arah lebih baik, bisa jadi pasar juga akan menolaknya. Jika itu terjadi, cilaka 12,” kata Yusri, Senin (8/9/2025).

‎”Tetapi perlu waktu setidaknya 3 bulan untuk pada kesimpulannya, namun publik patut curiga jangan-jangan dia akan mengamankan hutang dan proyek ugal-ugalan warisan Jokowi,” tandasnya.

‎Diketahui dalam acara reshuffle menteri-menteri sore tadi di Istana Negara Jakarta, dihadiri juga oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, pimpinan lembaga negara lain. Upacara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. (er)

BACA JUGA:  Formula Tegal Raya Siap Jadi Pemersatu Ulama dan Mitra Strategis Daerah