
Bekasi, koranpelita.co – Minggu pagi di Kampung Buwekjaya, Rawa Pisang, Desa Tridayasakti, Tambun Selatan, terasa berbeda. Suasana hangat bercampur haru menyelimuti halaman rumah Yayan, tempat berlangsungnya acara santunan anak yatim dan sunatan massal yang digelar Paguyuban Silaturahmi Buwekjaya (PSBJ).
Di antara riuh warga yang hadir, tampak beberapa anak duduk rapi, mengenakan pakaian sederhana namun wajah mereka berbinar ketika menerima santunan. Sebagian lagi, anak-anak peserta sunatan massal digendong orang tuanya sambil sesekali meringis menahan nyeri, namun disambut tepuk tangan dan senyum hangat warga sekitar.

Ketua PSBJ, M Isa AKY, tampak menyapa satu per satu anak yatim dengan penuh kelembutan. Bagi Isa, kegiatan ini bukan hanya soal berbagi, tetapi tentang merawat nilai yang semakin tergerus zaman dan yang harus dipertahankan.
“Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan ini. Dan kegiatan ini sudah merupakan agenda rutin yang telah kami laksanakan. Kami ingin anak-anak ini merasa tidak pernah sendirian. PSBJ berdiri bukan sekadar paguyuban, melainkan keluarga besar. Budaya peduli harus dijaga agar tidak hilang,” tutur Isa dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, Ayah Maman, tokoh muda sekaligus Ketua Panitia, menyampaikan pesan penting kepada generasi muda Buwekjaya.
“Sunatan massal ini simbol bahwa anak-anak kita sedang memasuki babak baru kehidupannya. Mari kita dampingi mereka, bukan hanya secara fisik, tapi juga dengan membentuk lingkungan sosial yang penuh kasih sayang,” ucapnya penuh semangat.
Acara ini tak hanya menghadirkan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan ruang silaturahmi yang erat. Warga dari berbagai usia, mulai dari remaja hingga sesepuh kampung, ikut ambil bagian. Ada yang menyumbang tenaga, ada yang menjadi donatur, bahkan ada yang hanya hadir untuk memberikan doa dan dukungan.
Bagi banyak orang tua, kegiatan ini adalah keringanan luar biasa. “Kalau harus sendiri mungkin kami sulit mengadakan sunatan anak. Tapi dengan PSBJ dan bantuan para donatur, semua ini terasa ringan, alhamdulillah,” ujar, salah satu orang tua yang anaknya ikut sunatan massal.
Narasi Penutup
Di tengah arus kehidupan modern yang sering membuat manusia sibuk dengan urusannya masing-masing, PSBJ mengingatkan bahwa kekuatan sejati sebuah komunitas terletak pada kepedulian terhadap sesama. Air mata bahagia yang mengalir dari wajah anak-anak yatim hari ini menjadi saksi bahwa solidaritas warga Buwekjaya masih hidup dan terus tumbuh. (Dodo.Z).


