Bekasi, koranpelita.co – Anggota Fraksi PDI-P DPRD kabupaten Bekasi,Jiovano Nahampun, S.H., melakukan kunjungan kerja mendadak ke SDN Sukadanau 04, Desa Sukadanau, pada Rabu (22/08/2025) sekitar pukul 07.37 WIB. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat yang viral melalui media sosial mengenai kondisi sarana prasarana belajar yang sangat minim di sekolah tersebut.
Dalam kunjungannya, Jiovano menemukan fakta bahwa sebanyak empat ruang kelas di sekolah tersebut belum dilengkapi dengan meja, kursi, dan papan tulis. Akibatnya, para siswa terpaksa belajar dengan duduk di lantai semen atau membawa meja kecil sendiri dari rumah.
“Berdasarkan pantauan dan aduan yang kami terima, kondisi di SDN Sukadanau 04 sangat memprihatinkan. Ada beberapa kelas yang belum memiliki bangku dan meja, bahkan satu kelas tidak memiliki papan tulis. Ini sangat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi belajar anak-anak. Bayangkan, duduk di lantai selama 2-4 jam bisa menyebabkan kram,” ujar Jiovano
Ia menambahkan bahwa lokasi sekolah yang justru berdekatan dengan kawasan industri MM2100 salah satu yang terbesar di Asia Tenggara semestinya tidak menjadi alasan ketertinggalan dalam hal fasilitas pendidikan dasar.
Jiovano mengaku telah langsung berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi untuk secepatnya merealisasikan pengiriman perlengkapan belajar tersebut. Ia menekankan bahwa anggaran untuk hal tersebut sudah tersedia.
“Saya telah minta kepada Dindes untuk menindaklanjuti ini dengan segera. Jangan sampai ditunda. Baru saja mereka kirim bantuan ke SDN Sukadanau 01, jadi untuk SDN 04 ini jangan sampai dilewatkan. Kami minta realisasinya paling lambat minggu depan atau bulan depan,” tegas Jio politisi PDIP pemerhati pendidikan ini.
Ia juga menyoroti bahwa masalah serupa pernah terjadi di SDN 3 Muktiwari dan SMPN 7 Muktiwari, yang kini sudah teratasi. “Ini menjadi perhatian kami agar semua unit sekolah baru yang dibangun harus langsung dilengkapi dengan perabot (mobiler) yang memadai, tidak boleh ada yang kosong,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Sukadanau 04, Marta, S.Pd., membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kekurangan fasilitas ini terjadi sejak sekolah menempati bangunan baru pada awal tahun 2025.
“Sejak dua bulan lalu, kondisi memang seperti ini. Awalnya, para siswa membawa meja sendiri dari rumah. Kami telah menyampaikan bahwa nanti akan disediakan, dan ini sedang dalam proses. Untuk sementara, orang tua murid berinisiatif membantu,” jelas Marta.
Dia mengungkapkan, total ada 170 lebih murid yang terdampak. Untuk mengakomodasi semua siswa, terutama kelas 1, sekolah menerapkan sistem pembelajaran dua shift. Kelas 1A belajar dari pukul 06.30 hingga 11.00 WIB, dan Kelas 1B belajar dari pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.
“Kami berharap besar dengan kunjungan dan perhatian dari Bapak Anggota DPRD ini, permasalahan yang kami hadapi dapat segera terealisasi solusinya dengan baik,” tutup Marta.
Dengan adanya tinjauan langsung anggota DPRD ini , diharapkan dapat menjadi proses percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bekasi, memastikan setiap anak mendapatkan lingkungan belajar yang layak dan kondusif. (Hrs).



