‎Respon Kejadian Demo 28 Agustus, Pengamat : Prabowo Harus Cepat Ambil Langkah Strategis

Jerry Massie Direktur P3S.

KORANPELITA.CO – Ribuan buruh tumpah ke jalan dalam demo yang terpusat di gerbang utama Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, pada hari Kamis 28 Agustus kemarin.

‎Pada aksi tersebut para buruh menuntut penghapusan outsourcing dan lain-lain. Unjukrasa atau demo tidak hanya berlangsung di Jakarta tetapi juga di 37 provinsi lainnya di Indonesia.

Demo pun sempat berjalan dengan damai dan tertib. Namun muncul kemarahan dan keprihatinan yang menyedihkan setelah kendaraan taktis milik Brimob melindas seorang pengemudi ojek online hingga tewas di tengah kerumunan massa aksi pada malam harinya. Insiden ini terjadi setelah massa mengambil alih aksi demo buruh di Gedung DPR. Istana Kepresidenan dan para pejabat kepolisian pun buru-buru meminta maaf.

BACA JUGA:  Salfas Soccer Kota Tangerang Juara Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 di Banten

‎Kejadian ini perhatian dari masyarakat dan membuat duka yang dalam saat menjalankan demokrasi di negeri ini. Sebaiknya Prabowo bertindak ambil langkah strategis atas kejadian tersebut. Hal ini yang dikatakan oleh Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie kepada koranpelita.co melalui sambungan selulernya.

‎”Saya sangat prihatin atas kejadian kecelakaan yang terjadi malam kemarin. Saya pribadi mengucapkan duka yang sangat dalam, atas meninggalkan driver ojek online yang dilindas kendaraan Barakuda Brimob,” ujar Jerry, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

‎”Prabowo harus panggil kepala BIN, Muhamad Herindra ke istana guna menanyakan kronologi pengamanan kejadian,” kata Jerry lagi.

‎Selanjutnya Jerry mengatakan, bukan hanya BIN, tapi juga PPATK, bisa dipanggil. “Saya pikir demo-demo ini ada dalangnya, mungkin juga ada pendananya, bisa di cek oleh PPATK, melalui arus aliran dana di bank,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Kasus Oknum Kemenkumham Meras, Komjak Minta Kejati DKJ Transparan Guna Kepastian Hukum dan Menjaga Kepercayaan Publik

‎Jerry sudah pernah mengatakan, unras yang terjadi ini ada indikasi untuk melengserkan Presiden Prabowo. “Saya khawatir setiap demo ini tujuannya untuk lengserkan Prabowo, maka yang bakal naik nanti si wakilnya, si Gibran, ini yang sangat disayangkan kalo terjadi,” tekannya.

‎Jerry juga menyampaikan kecurigaannya ada mafia BBM yang ikutan bermain. ‎”Saya pikir mungkin ada juga Mafia BBM yang sedang jadi DPO Kejagung ikut bermain,” bebernya.

‎”Sebenarnya Prabowo tak perlu melibatkan Hendriprayono, kan ada orang-orang dekatnya. Tapi saya yakin kalau ada stigma peran asing juga terlibat, menurut Hendropriyono bukan permainan Amerika,” tuturnya.

‎Dipenghujung Jerry menuturkan bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan pandangan. “Dialog tetap menjadi jalan terbaik. Semua harus dikembalikan pada ruang dialog yang sehat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Desa Lopak Alai Bersiap Jadi Sentra Pembibitan Patin

‎”Ingat ya, sekali menjadi musuh tetap akan menjadi musuh, dia akan baik hanya dalam satu detik lalu akan kembali musuh sampai 1000detik,” tandasnya. (er)