
Koranpelita.co, Kabupaten Bekasi – Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat, ratusan kader posyandu Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, mengikuti pelatihan 25 keterampilan di Vida Arena Bekasi pada Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini juga menjadi wujud implementasi program integrasi layanan premier.
Pelatihan berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan menghadirkan 10 narasumber dari Puskesmas Setu 1, masing-masing membawakan materi sesuai bidang keahlian mereka.
Kepala Desa Burangkeng, Nemin bin Sain, menegaskan pentingnya pelatihan ini agar kader dapat lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan warganya. Ia juga mengajak kader turut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Kita sudah punya Perdes tentang kebersihan. Kader juga harus membantu menyosialisasikan pentingnya buang sampah pada tempatnya,” ujar Nemin.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Setu 1, Yeye Supriatni, menjelaskan bahwa setiap kader posyandu kini wajib memiliki kompetensi sebagai bagian dari sistem nasional yang mengharuskan mereka teregistrasi di Kementerian Kesehatan.
“Semua kader sudah harus punya kompetensi. Setelah pelatihan, kami akan beri sertifikat dan pin sebagai bukti mereka memenuhi standar,” jelas Yeye.
Ia menambahkan, hasil pelatihan akan dilaporkan kembali ke desa, lengkap dengan data jumlah kader yang telah menguasai 25 maupun 10 keterampilan. Pin tanda kompetensi akan diajukan ke Dinas Kesehatan untuk dicatat dalam sistem nasional.
Adapun keterampilan yang diajarkan mencakup aspek manajemen posyandu hingga pelayanan kesehatan lintas usia—mulai dari ibu hamil, anak, remaja, hingga lansia.
Yeye mengapresiasi langkah progresif Pemerintah Desa Burangkeng dan berharap desa-desa lain juga dapat menggelar pelatihan serupa demi merata dan meningkatnya kualitas kader posyandu di tingkat komunitas.


