KORANPELITA.CO – Rencana Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dalam melakukan normalisasi sungai Wulan di daerah Bungo Lor, Wedung, Demak, diharapkan warga tidak berdampak ke pemukiman sehingga terjadi penggusuran.
Salah satu warga sekitar normalisasi, Sutrimo (40) menyampaikan harapan agar tidak terkena dampak dari normalisasi tersebut karena rumahnya berada tak jauh dari pelaksanaan normalisasi sungai.
“Saya berharapnya nggak kena dampak dari normalisasi ini, karena dulu saya dengar informasi, dampaknya (normalisasi) katanya tanggupnya sampai sini (sambil menunjuk samping rumahnya), tapi harapanya sih nggak,” kata warga Bungo Lor, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Sutrimo juga mengaku, ia mendengar kabar bahwa, sebelum lebaran kemarin dari pihak terkait sudah mengimbau agar para petani yang memiliki lahan di sekitar Sungai Wulan untuk tidak ditanami terlebih dahulu.
“Itu dulu sebelum lebaran katanya sudah sampai sini, tapi ini belum. Kemudian juga petani diminta jangan tanam dulu, dikhawatirkan sebelum panen malah kena dampak normalisasi,” kisahnya.
Kendati demikian, untuk kepastiannya, Sutrimo mengaku belum mengetahui secara pasti apakah nantinya rumahnya ikut terdampak normalisasi atau tidak.
“Tapi saya denger lagi itu masih simpang siur, belum ada kepastian (terkena dampak atau nggak),” kata Sutrimo.
“Mugo-mugo aman, berharapnya memang tidak terdampak,” lanjut.
Ia dan keluarganya telah menempati rumah yang saat ini dijadikan tempat tinggal sudah ada di sekitar 4-5 tahun. Jarak antara bibir Sungai Wulan dengan tempat tinggal Sutrimo berkisar 200 meteran. Namun, memang masih masuk ke wilayah bantaran sungai.
“Sudah 4 tahunan, ini dulunya saya beli,” katanya sambil menunjuk tempat tinggalnya.
Senada, warga lain, Markati juga menyampaikan hal yang sama, bahwa dirinya berharap tempat tinggalnya tidak terdampak dari kegiatan normalisasi Sungai Wulan.
“Sudah lama tinggal disini, sudah 10 tahunan, ya harapanya tidak terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Berahan Wetan, Muarifin mengatakan, bahwa berkaitan normalisasi, ia mengaku ada ratusan warganya yang terdampak dari normalisasi Sungai Wulan yang dilakukan oleh BBWS tersebut.
“Banyak yang terdampak, di Menco itu yang paling banyak ada sekitar 371 KK, mereka terdampak normalisasi,” kata Arifin.
Arifin mengaku respon pertama kali warga yang mendapat kabar bahwa tempat tinggal mereka terdampak normalisasi sangat kaget. Pasalnya warga sudah tinggal puluhan tahun di rumah tersebut.
Ia berharap pun berharap kegiatan normalisasi Sungai Wulan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui BBWS Pemali Juana tersebut tidak berdampak terhadap warganya.
“Pastinya kaget, kemudian warga pengennya dihindari, kalau bisa jangan sampai kena lah,” harapnya.
Arifin juga menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah dan BBWS agar kegiatan normalisasi Sungai Wulan tidak berdampak kepada warganya.
“Kemarin pas waktu saya sosilisasi saya bermohon kepada pemkab dan BBWS, saya mohon agar warga saya itu tidak terdampak. Saya berusaha semampunya, saya sebagai kepala desa pengen membantu keluarga saya bisa dihindari,” tandasnya. (Nungki)



