Jakarta, Koranpelita.co – Kejaksaan memiliki posisi strategis dalam penegakan hukum. Karena selain menjadi penuntut umum, jaksa memiliki kewenangan dalam penyelidikan, penyidikan tindak pidana korupsi dan menjadi eksekutor setelah putusan majelis hakim memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht).
“Tidak kalah pentingnya adalah Jaksa sebagai Pengacara Negara (JPN) yang menjalankan tugas dan fungsi di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta tugas-tugas lain berdasarkan Peraturan perundang-undangan,” tutur Kapuspenkum Kejaksaan Agung Harli Siregar saat menerima kunjungan Himpunan Mahasiswa Business Law (HIMSLAW) BINUS University di Press Room Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (02/12/2024).
Harli pun mengakui mengakui posisi Kejaksaan saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, sehingga banyak menerima audiensi atau kunjungan dari instansi atau lembaga lain guna memperkuat citra positif Kejaksaan di masyarakat.
Sementara itu Dosen BINUS University Stijn Cornelis Van Huis meyakini pengalaman berharga yang didapat dari kunjungan ke Kejaksaan Agung akan memberikan manfaat besar bagi para mahasiswa
“Terutama dalam memahami lebih dalam tentang tugas dan fungsi Kejaksaan Agung terutama dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara,” tutur Stijn saat mendampingi para mahasiswanya yang sempat mendengarkan pemaparan dari salah satu JPN yaitu Carolita Novinia Yuanita tentang peran bidang Datun.
Carolita menjelaskan Bidang Datun memiliki beberapa fungsi utama, antara lain penegakan hukum, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, serta tindakan hukum lainnya kepada para pemangku kepentingan, seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Datun, kata dia, berperan aktif melakukan audit dan memberikan solusi hukum, tindakan hukum lainnya yang dilakukan oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) meliputi peran sebagai konsiliator, mediator, maupun fasilitator.
“Namuin namun hanya terbatas pada perkara perdata dan tata usaha negara sesuai dengan tugasnya,” ujarnya di depan Himpunan Mahasiswa Business Law (HIMSLAW) BINUS Universit dalam tema kegiatan “From Law School to Legal Practice: Embracing Opportunities and Overcoming Challenges”.(yadi)



